Halo!

Pendekar Bunga Chapter 30

Memuat...

Tetapi, bintik putih itu seperti juga memiliki mata dan seperti terkendali.

Karena dengan cepat bintik-bintik putih itu juga telah terbelok dan menghantam Ang Sam Kay! Tentu saja Ang Sam Kay terkejut bukan main, ia sampai mengeluarkan seruan tertahan.

Dan yang lebih mengejutkan hati Ang Sam Kay, begitu bintik-bintik putih itu menghajar tubuhnya, seketika itu juga tubuhnya menggigil dingin bukan main.

Serangkum angin yang dingin sekali, seperti menusuk kedalam tulang dan melebihi dinginnya es, telah menerjang masuk kedalam tubuhnya.

Tentu saja hal ini telah membuat Ang Sam Kay terkejut berbarengan heran.

Entah bintik-bintik putih itu merupakan benda apa yang dapat menimbulkan akibat yang demikian hebat? Sedang Ang Sam Kay terheran-heran begitu, disaat itulah si gadis berpakaian serba putih itu telah berkata deagan suara yang dingin.

107 Kolektor E-Book "Hemmm, bukankah perkataan Siauwlie ada benarnya?" katanya.

"Biar bagaimana paman pengemis tidak bisa mengelakkan diri dari serangan Sin Tan (peluru sakti) dari Siauwlie!" dan kemudian gadis berpakaian serba putih itu telah tertawa dengan suara yang lembut.

Dengan sendirinya, disaat itulah, Wie Ceng Siansu tertawa mengejek kearah Ang Sam Kay.

"Hemmm.....

maka dari itu, janganlah menjadi seorang yang terkebur!!!" ejek pendeta ini dengan suara penuh kemendongkolan.

Dia mengejek begitu, rupanya Wie Ceng Siansu ingin melampiaskan perasaan mendongkolnya.

Tetapi disaat Ang Sam Kay menoleh dengan mata mendelik kearah Wie Ceng Siansu, disaat itulah gadis berpakaian serba putih telah tertawa kecil.

Tahu-tahu jari telunjuknya telah menjentik.

Dan dua titik putih menyambar ke arah Wie Ceng Siansu.

Tentu saja pendeta ini jadi terkejut bukan main, dia sampai mengeluarkan seruan marah dan bermaksud akan menyampok jatuh dua titik putih itu.

Namun dia gagal.

Karena dengan tepat sekali kedua titik putih itu telah menghantam telak dada dari Wie Ceng Siansu.

Terdengar seruan kaget dari Wie Ceng Siansu, dan tampak tubuh pendeta ini telah gemetaran keras sekali seperti orang kedinginan.

Ternyata waktu dua titik putih itu telah mengenai dadanya, memang benar tidak mendatangkan rasa sakit, tetapi Wie Ceng Siansu merasakan serangan hawa dingin yang luar biasa telah menerjang dirinya.

Hal ini tentu saja selain mengejutkannya juga sangat mengherankan sekali.

Benda putih itu, yang dinamakan oleh gadis berpakaian serba putih itu, dengan nama Sin Tan, peluru sakti, entah terbuat dari benda apa.

Hawa dingin yang menerjang kearah Wie Ceng Siansu jauh lebih dingin dari es.

"Benda......

benda apa yang kau pergunakan ini?" bentak Wie Ceng Siansu dengan gusar.

"Ilmu siluman apa yang kau pergunakan?" Tetapi gadis berpakaian serba putih itu telah tertawa tawar.

"Hemmmm, Siauwlie tentu saja tidak akan mempergunakan ilmu siluman! Karena Siauwlie juga tidak akan mempelajari ilmu siluman! Guru Siauwlie mana memberikan ijinnya untuk Siauwlie mempelajari ilmu siluman? Itulah yang dinamakan Sin Tan, dan hati-hati terhadapnya, jika Sianwlie melancarkan serangan dengan mempergunakan tenaga yang disertai pada luncuran Sin Tan itu, hawa dingin yang akan menerjang pada kalian tentu akan jauh lebih hebat!" Wie Ceng Siansu dan juga Ang Sam Kay, atau Eng Song dan si Totong kecil itu, jadi kaget bukan main.

Ajaib sekali! Memang peluru putih yang dinamakan Sin Tan itu memiliki kehebatan yang luar biasa.

Seperti tadi Eng Song telah melihatnya, betapa tubuh Ang Sam Kay gemetaran keras sekali, disamping juga tubuh dari Wie Ceng Siansu telah menggigil keras.

bagaikan tengah kedinginan yang sangat.

108 Kolektor E-Book Dengan sendirinya, hal itu telah memperlihatkan bahwa peluru sakti yang dipergunakan oleh si gadis memang memiliki kehebatan yang luar biasa.

Muka Wie Ceng Siansu saat itu telah berobah merah padam.

"Sebenarnya siapakah engkau ini?" tegurnya.

"Mengapa kau muncul dikuil Lolap untuk menambah kericuhan belaka?!" Gadis berpakaian putih itu telah tertawa manis, baru dia meyahuti : "Siauwlie she Cu Sing Hong", katanya dengan suara yang lembut.

"Dan juga kebetulan saja tadi Siauwlie lewat disini, dan melihat kalian tengah mengadu kekuatan untuk saling bunuh! Siauwlie melihat kepandaian kalian cukup tinggi, jarang sekali orang yang memiliki kepandaian seperti kalian! Maka dari itu, jika memang kalian terbunuh, bukankah hal ini harus dibuat sayang?!" Ang Sam Kay telah mengawasi berdiam diri, tetapi Wie Ceng Siansu yang merasa dipermainkan oleh gadis ini, jadi mendongkol bukan main, telah mendengus dengan suara yang dingin.

"Hemmmm.....

memang sungguh kebetulan hari ini Lolap kedatangan tamu-tamu tidak diundang dan sengaja ingin membuat kericuhan ditempat ini! Baiklah! Sekarang Lolap ingin melihat sampai berapa tinggi kepandaian yang kalian miliki! Tadi pengemis itu telah Lolap rasakan tengannya, sekarang engkau!" Dan tanpa menunggu habis perkataan itu, dengan cepat Wie Ceng Siansu telah melancarkan serangannya.

Dia menggerakkan kedua tangannya itu dengan gerakan yang berbareng.

Dan serangan yang dilancarkannya ini mempergunakan kekuatan tenaga lwekang yang bukan main dahsyatnya, karena Wie Ceng Siansu melancarkan serangan dengan mempergunakan ilmu Sam Lui.

Dengan sendirinya, hawa serangannya dari angin yang meluncur kearah si gadis bukan main kuatnya dan juga mengandung hawa yang panas sekali.

Gadis yang berpakaian serba putih itu tetap berlaku tenang-tenang saja, berdiri tegak ditempatnya dengan bibir yang tersenyum manis.

Dia telah menggerakkan tangan kanannya dan menyentikkan jari telunjuknya, maka meluncurlah dua titik putih lagi.

Cuma saja, kali ini dua titik putih itu telah meluncur demikian kuatnya.

Dan dua titik putih itu, tidak dapat dihindarkan oleh Wie Ceng Siansu, sehingga dia terkejut bukan main, sampai mengeluarkan suara seruan kaget.

Dengan cepat dia telah melompat kesamping, namun terlambat.

Hawa dingin telah menerobos kedalam pori-pori kulitnya, menerjang daging tubuhnya dan ketulang.

Pendeta tua ini jadi menggigil kedinginan.

Walaupun Wie Ceng Siansu telah mengempos semangat murninya untuk menghangati tubuhnya, namun dia tidak berhasil sama sekali untuk menyalurkan kekuatan hawa murni ditubuhnya itu.

sehingga dia tetap saja diserang oleh hawa dingin yang luas biasa.

Tubuh pendeta ini jadi menggigil keras, mau tidak mau dia juga merasa malu juga.

Seumur hidupnya baru mengalami kejadian aneh seperti ini.

109 Kolektor E-Book Wie Ceng Siansu merupakan seorang tokoh didalam rimba persilatan, dia memiliki nama yang sangat harum disebabkan kepandaian yang sangat tinggi dimilikinya.

Maka dari itu, mau tidak mau hal ini telah membuat dia jadi terkenal sekali.

Namun hari ini, dia bisa menggigil begitu, tentu saja hal ini telah membuatnya dia jadi malu sekali.

Tetapi disebabkan hawa dingin yang menyerang dirinya begitu keras, sehingga giginya bercatrukan keras sekali, dengan sendirinya dia mau tidak mau jadi harus duduk bersemedhi guna memulihkan semangatnya.

Si gadis yang berpakaian serba putih itu telah tertawa lebar.

"Tadi Siauwlie hanya main-main dengan serangan Siauwlie, coba kalau Siauwlie bersungguh-sungguh, tentu jalan darah di sekujur tubuh Taysu telah membeku kaku, berarti kematian buat Taysu!!" Tentu saja Ang Sam Kay jadi kaget setengah mati.

Begitu pula Wie Ceng Siansu, ia jadi kaget setengah mati.

Namun disebabkan serangan hawa dingin terlalu hebat, maka mau tidak mau dia tidak memperhatikan perkataan si gadis, dia telah mengempos seluruh hawa murni ditubuhnya.

Hawa hangat telah menyelubung naik kedadanya, kemudian kepusarnya, lalu kesekujur tubuhnya.

Agak sulit juga dia menyalurkan hawa murninya itu, sampai akhirnya dia berhasil juga.

Dengan bersusah payah dia dapat mengatasi serangan hawa dingin itu, maka membuktikan bahwa serangan hawa dingin tersebut memang sangat hebat.

Dan mungkin juga perkataan gadis itu memang benar, karena kalau sampai hawa dingin itu menyerang lebih hebat kepada diri si hweshio, tentunya Wie Ceng Siansu akan mengalami ancaman yang tidak kecil.

Wie Ceng Siansu jadi menggidik sendirinya membayangkan betapa beratnya tenaga serangan hawa dingin itu.

Sambil menghela napas, dia telah bangkit berdiri dengan wajah yang agak pucat.

"Terima kasih atas pelajaran Siauw Siocia (nona kecil)! Wie Ceng Siansu tidak akan melupakan budi kebaikan ini!" kata Wie Ceng Siansu.

Si gadis tertawa.

"Jangan sakit hati, Taysu! Siauwlie hanya main-main!!" katanya.

Tetapi Wie Ceog Siansu tengah mendongkol, dia telah menyahuti : "Lolap kira, untuk bergurau itu ada batasnya....!" katanya tawar.

Tetapi Cu Sing Hong telah tertawa.

Dia menoleh kepada Ang Sam Kay.

"Dan kau paman pengemis, apakah kau bersakit hati juga padaku?!" tanyanya.

"Memang tidak adil! Kau telah melancarkan serangan satu kali, maka dari itu, kami juga harus melancarkan serangan satu kali pula!" "Silahkan!" tantang si gadis.

Ang Sam Kay bersiap-siap.

Pengemis tua ini telah mengempos semangat yang dimilikinya, dia telah menyalurkan kekuatan murninya pada kedua telapak tangannya itu, dia telah mengeluarkan suara seruan 110 Kolektor E-Book nyaring, lalu tahu-tahu menggerakkan kedua telapak tangannya, sehingga mengeluarkan suara angin serangan ?wuttttt!? yang keras sekali.

Rupanya Ang Sam Kay juga penasaran sekali melihat gadis yang muda usia ini bisa membuat dirinya bernama Wie Ceng Siansu kewalahan begitu.

Di samping menduga-duga, entah murid siapa gadis cantik yang tangguh ini, Ang Sam Kay juga ingin melihat berapa tinggi sesungguhnya kepandaian dari si gadis yang cantik manis ini.

Itulah sebabnya Ang Sam Kay telah melancarkan serangan dengan tenaga yang bukan main kuatnya.

Dia melancarkan serangannya itu dengan mempergunakan tenaga yang luar biasa sekali.

Karena dia memang ingin menerjang dengan kekuatan yang ada padanya untuk mencoba kehebatan tenaga tangkisan gadis manis itu.

Namun si gadis Cu Sing Hong hanya berdiam diri saja ditempatnya.

Post a Comment