Kalau begitu kau harus membuat perhitungan dengan istriku, sekarang istriku sedang menunaikan tugasnya tidak bisa melayani kau, apakah saudara sudi menunggu beberapa hari?" Koan san gwat melengak, sikap Ki Houw tenang dan dingin "Tidak lama, dalam waktu yang pendek tentu kami akan memberi keputusan kepada saudara, dan lagi persoalan lencana kami beduapun perlu dibereskan sekalian." Koan San gwat menerawang bagaimana ia lantas menghadapi keadaan selanjutnya.
Terdengar Ki Houw sudah mengajukan pertanyaannya lebih dulu : "Dari jauh saudara meluruk kemari, bukankah kau hendak mencari jawabanku ?" "Benar," sahut Koan San gwat manggut.
"Apa itu Siau se thian, Liong hwa hwe dan Hing sin peng segala, bisakah kau member penjelasan selengkapnya kepadaku ?" "Sudah tentu boleh!
Tapikau harus member tugas umumku lebih dulu !" "Tugas apa?" Kata Ki Houw sambil menuding tangannya.
"Orang orang yang tiada sangkut pautnya dengan urusan ini harus disapu bersih.
Saudara sendiri yang membereskan atau aku yang mewakili kau!" orang yang di tunjuk adalah Lu Bu wi dan Lau Sam thay, biji matanya memacarkan napsu membunuh.
Karuan kaget Koan San gwat bukan main, cepat mundur beberapa langkah menghadang didepan mereka.
Rasul ungu pimpin delapan saudaranya meluruk maju mengurung mereka.
"Sret!" Siau It ping mengeluarkan sebatang kipas sempit dari lengan bajunya, sambil merangkap tangan ia member hormat kepada Koan San gwat katanya : "Harap tuan menyingkir saja !" Koan San gwat mendengus, dari punggung unta ia turunkan patung mas nya, sambil melintangkan di depan dada ia berkata : "Mereka adalah sahabatku, kalau saudara hendak menghadapi mereka, terlebih dahulu harus menghadapi aku?" Dari samping Ki Houw tidak memperlihatkan reaksi apa apa, beberapa kali Rasul ungu berpaling kearahnya, namun ia tetap diam saja terpaksa ia ambil keputusan sendiri " "Kalau tuan berkata begitu, terpaksa aku yang rendah mohon maaf terlebih dulu !" Koan San gwat acungkan paturg masnya sambil tertawa, katanya "Silahkan orang she Koan berani meluruk kemari memang sudah bertekad untuk mati, cuma aku tidak nyana apa yang dinamakan Hwi tho ling cu kira nya seorang pengecut yang suka menyembunyikan diri dan penakut ?" Berubah air muka Ki Houw, tapi ia tidak bersuara.
Rasul ungu tiba tiba menggerakkan kipas merangsak maju, kipasnya mengetuk dada Koan San gwat, lekas Koan San gwat dorong patung emasnya kedepan "Trang" kipas tersampok balik.
Tersentak Rasul ungu dibuatnya, teriaknya.
"Sungguh hebat kekuatan saudara." Belum lenyap suranya kipasnya bekembang dan mendadak tertutup pula, sekonyol konyong menutuk, tiba tiba memapas, tahu tahu memotong mendadak menusuk pula, kipasnya mempertunjukan tipu permainan empat macam senjata tajam yang berlainan, yaitu pedang golok, potlot dan gantolan, banyak perubahan dan sulit diraba seluk beluknya.
Dengan patung naasnya yang berat Koan San gwat menghadapi serbuan lawan dengar tenang dan mantap, patung emas berkaki satu yang berat dapat diputar dan di mainkan seperti sebatang dahan pohon ringan, tiga puluh jurus sudah berselang, keadaaa masih seru dan belum ada salah satu pihak yang menunjuk kelemahan.
Agaknya Rasul ungu menjadi tidak sabar tiba tiba ia berpaling dan memberi aba aba "Kalian jangan nganggur saja" Dari barisan temannya segera melompat keluar dua perempuan pertengahan umur, seorang bersenjata tongkat gaman, seorang yang lain adalah sebilah pedang.
Kedua dua nya melompat ketengah gelanggang siap mengeroyok.
"Goblok" tiba tiba Rasul ungu berteriak gusar.
"Siapa suruh kalian bantu aku!" Semula kedua perempuan itu melongo, tapi sekilas berpikir mereka lantas paham, orang yang menggunakan tongkat lantas menerjang ke sana mengemplang batok kepala Lau Sam thay dengan tongkatnya, daya serangannya sungguh hebat, sementara seorang yang lain menusuk kearah Lu Bu wi.
Sejak tadi Lau Sam thay sudah siap tempur, merasakan situasi amar serius, maka begitu tongkat lawan mengemplang tiba kontan ia membarengi dengan bacokan goloknya.
Terdengar suara gamerentang dari gelang tembaga diatas goloknya itu.
"Trang!" sejalur kekuatan yang maha dahsyat menerjang dirinya, meski goloknya tembaga tidak kutung, tapi tidak kuasa memeganginya lagi, gaman nya terbang dari cekatannya.
Dipihak lain, keadaan Lu Bu wi justri lebih mending, meski ia bertangan kosong jelek jelek seorang Ciangbunjin suatu aliran pedang pengalaman tempurnya cukup luas, dari gaya permainan pedang lawan, ia dapat mengukur bahwa ilmu pedang Perempuan pertengahan umur ini belum mencapai taraf yang sempurna.
Maka dia tidak menghindar dari daya serangan lawan, lekas ia doyongkan atas tubuhnya kebelakang menghindari pedang lawan, berbareng tangannya berputar balik, dengan kedua jari tangannya menutuk sendiri tulang penyerangnya itu.
Perempuan itu tidak kira bila permainan lawan begitu lincah, cepat ia merubah tusukkan menjadi tabasan maksudnya hendak memapas jari musuh, akan tetapi gerakan Lu Bu wi lebih cepat setindak, Kedua jarinya menyelonong lebih cepat, telah menjuwil urat nadinya.
Perempuan itu merasa seluruh badan kesemutan, pedang yang dipegangnya mencelat dan berpindah ketangan Lu Bu wi.
Dua yu hun ( sukma gentayangan ) yang menyergap satu menang dan yang lain roboh sudah ada hubungan erat dengan kedua lawan mereka, tapi bagaimana juga situasi banyak mempengaruhi keadaan.
Kalau perempuan, bertongkat mau melukai musuh, tapi niatnya tidak terlaksana Lu Bu wi mampu melukai lawan tapi tidak dilaksanakan.
Berubah air mula Ki Houw, bentaknya beringas: "Gentong nasi semua!" Beberpa patah kata itu menbuat anak buahnya mengkerut, Rasul ungu lantas terus menempur Koan San gwat segera berhenti mundur kebelakang tak bergerak lagi Ki Houw tertawa dingin, jengeknya: "Siau it ping!
Dengan kepandaian cakar ayam kalian, entah bagaimana Sip tay yu hun bisa terpilih dalam kedudukan sekarang." Membuka muka rasul ungu, sahutnya tersekat, "Lapor Mo kun!
kami bersepuluh tamat dari satu perguruan, masing masing mempelajari ilmu tunggal, Tok kak se rada kuat" delapan yang lain "." "Kau masih mending, yang boleh dikata gentong nasi melulu!" dengus Ki Houw.
Rasul ungu bersikap takut takut sahut nya: "Suhu almarhum meninggal terlalu pagi sembilan sute dan sumoay terpaksa aku yang menghajar mereka, hamba sendiri yang tidak becus mendidik mereka." "Aku tidak peduli urusanmu, maka aku jadi curiga bagaimana dulu kalian bisa terpilih dan bercokol dalam kedudukan sekarang!" "Kami Suheng sumoay meyakinkan barisan yang harus dilancarkan bersama pada waktu itu kami lulus ujian yang dilakukan oleh para Hwe cu, karena itulah secara beruntung.." "O, jadi begita duduk perkaranya.
Coba sekarang kalian pertontonkan kepadaku." Rasul ungu serba sulit, sahutnya : "Tok kak se dihukum mati oleh Mo kun, sepuluh kurang satu, barisan ini jadi goncang dan tidak bisa dikembangkan dengan sempurna!" Ki Houw diam sebentar lalu berkata Sambil manggut manggut: "Ya batalkan sudah, biar kucari orang menempel kekuranganmu itu." Baru sekarang perasaan Sip tay yu hun tadi longgar dan lega pula.
Sekarang Ki Houw bicara dengan Koan San gwat, "agaknya kau menyaksikan bahwa aku tidak berani menempar kau.." "Berani atau tidak, hatimu sendiri dapat menjawab!" Wajah Ki Houw berselubung hawa kelabu desinya sinis : "Hari ini aku tidak akan menantang berkelahi!
Tapi bukan karena takut pada kau, sebab apa aku tidak bisa menjelaskan, tapi boleh silahkan kau tanya mereka berdua." dengan telunjuk ia tuding Ban li dan It lun.
It lun segera memberi kesaksian: "Benar Mo kun punya kesulitan sehingga ia tidak leluasa.bertading ini." "Mungkin kalian tahu trik kelemahan ku ini, maka berani menerobos kemari membawa orang luar menbuat keributan lagi." Cepat It lun menjelaskan, "Mo kun jangan sembarangn menuduh, bukan Lohu berdua yang membawa orang luar kemari, sebaliknya kami diseret orang kemari!" "Membual belaka!
keculi kalian siapa dapat menemukan tempat ini!" damprat Ki Houw.
"Aku!" sahut Koan San gwat lantang, "Akulah yang menemukan tempat ini, dan aku yang membawa mereka kesini!" Ki Houw tidak percaya, terpaksa Koan San gwat menjelaskan, katanya menunjuk untanya : "Mau percaya tdak terserah!
Aku dibawa kemari olehnya, dia dibawa Khong Ling ling.
Ketahuilah untaku ini mempunyai kemampuan yang luar biasa, yaitu pandai menguntit jejak orang, meski kau berada jauh ribuan li, bila pernah mencium bau badan orang itu.
Pasti dapat ditemukan jejak orang itu"." Ki Houw tersenyum ejek:" Memangnya dia dapat membedakan alat alat rahasia dan seluk beluknya, sehingga mampu melewati hutan gelap dan tiba disini dengan selamat?" Untuk pertanyaan ini Koan San gwat tertegun dan sedang berpikir apakah perlu menjelaskan, Ban li sudah mewakili dia, serunya "Bukan begitu kejadian sesuguhnya Go hay ci heng menggunakan Kong ting hoa sin, menuntun kami melewati hutan pekat itu." "Hwesio keparat itu, begitu besar nyali nya!" maki Ki houw mengeretak gigi.
"Kalau Mo kun penasaran silahkan mencari perhitungan padanya!" demikian sindir Ban li.
"Cepat atau lambat pasti akan datang hari yang kunanti ini " desis Ki houw.
Karena Hwesio tua itu pernah membantu dirinya secara diam diam, dalam hati ia berterima kasih, masa ia segan menjelaskan kepada Ki Houw kini setelah mendengar Ban li menjelaskan dengan nada mengadu domba Koan San gwat jadi merasa jijik dan memandang rendah martabat siorang tua ini, rasa simpatiknya semua tersapu bersih, maka dengan amarah meluap ia berteriak: "Ki Houw!
Urusan Liong hwa hwe, sebenarnya kau mau menjalankan tidak?" "Sudah tentu ingin kujelaskan!
Soalnya apakah kau suka mendengarkan?" "Dari tempat ribuan li aku meluruk kemari, tujuanku hendak membongkar teka teki ini kenapa tidak suka dengar?" Sambil menuding Lu Bu wi dan Lau Sam thay, Ki Houw berseru: "Kalau begitu kau harus melenyapkan mereka lebih dulu!" "Tidak mungkin!" "Kalau begitu aku tidak bisa menjelaskan!" ujar Ki Houw angkat pundak.
"Menurut aturan orang luar yang mengetahui seluk beluk ini harus dibunuh!" "Pembual!