"Gampang kau memutar lidahmu yang tidak bertulang itu!" Berubah air muka Pok Thian-cun.
Cepat Liu Ju-yang menimbrung : "Pok Thian-cun, jangan kau mencari keributan lain, lebih baik selesaikan dulu perhitungan kita, soal siapa benar mana yang salah tidak perlu diperdebatkan lagi." "Sudah tentu!" senggak Ki Houw, "para kerabat Mo-pang selamanya tidak meributkan soal tetek bengek!" Liu Ju-yang melirik ke arahnya serta berkata: "Ki-siheng, ahli waris Unta sakti tidak termasuk dalam pertikaian ini!" "Aku tahu !" sahut Ki How, tertawa besar, "Kalian jangan kuatir, sampai dimana aku harus berbicara aku bisa membatasi diriku sendiri." Bergegas Pok Thian-cun berdiri, serunya "Caranya bagaimana kita harus menyelesaikan perhitungan ini.
Lok Heng-kun, kau jangan bertingkah lagi dengan cambuk panjangmu, meski malam kemaren putri mestikamu, membuat aku rugi, tapi permainannya betapapun masih terpaut lauh dari kepandaianmu, sekarang aku sudah dapat menyelami seluk beluk dari permainanmu yang serba rahasia itu." Sebelum Lok Heng-kun membuka suara, lekas Koan Sangwat mengedipkan mata kepada Lok Siau-hong, kontan ia berteriak: "Bangkotan tua yang harus mampus!
Kau membual apa" Kalau berani, silakan rasakan lagi cambuk nonamu yang lihay ini!" Lok Heng-kun terkejut, cepat ia membentak : "Tutup mulut!
Budak setan, tiada bagian kau bicara di sini!" "Bagus!
Hiat-lo-sat!" seru Pok Thian-cun menyeringai dingin, "Agaknya Lohu memang berjodoh dengan keluarga Lok kalian, urusan angkatan tua belum lagi selesai, urusan angkatan muda bakal dimulai lagi".." "Tua bangka keparat yang tidak tahu malu.
Dia masih bocah ingusan." "Sudah berusia tujuh belas masa terhitung bocah ingusan.
Menurut kebiasaan Lohu pertama kali bertemu di atas perahu kemarin, seharusnya tidak kulepas mangsa yang empuk ini,apalagi dia berani bertingkah kepada lohu tapi tidak tahu berdosa, maka Lohu tiada alasan mencari perkara kepadanya.
Hari ini dia sudah tahu tapi sengaja berani mainmain dengan aku, maka jangan salahkan aku berbuat?".." "Kau berani!" teriak Lok Heng-kun dengan beringas gusar.
"Berani kau menyentuh seujung rambutnya saja".." Pok Thian-cun tertawa besar, serunya : "Selama hidup Lohu tiada kenal rasa takut dalam menunaikan hasratku sendiri".
Terutama terhadap kalian kakak beradik, sungguh aku menyesal rasanya belum mendapat rejeki" Kepada KoanSiheng, maksudnya kelak pun akan mendapat warisan kedudukannya, bicara soal kedudukan dan jabatan, boleh dikata dia sejajar dengan kau, malah mungkin setingkat lebih tinggi, meski dia bersikap kasar terhadap Ki-siheng, kurasa tidak termasuk bersikap kurang ajar!" Saking marah muka Ki Houw sampai pucat, jengeknya: "Agaknya kau tahu banyak mengenai segala peraturan itu." -oo0dw0oo- Jilid 8 Kini Lok Siau hong memang bekerja menurut rencananya, tapi sikap Lok Heng kun bertiga, rasa urusan agak berbeda, hal ini di luar dugaannya karuan ia tertegun dan kebat kebit, terpaksa ia tanya kepada Liu ju yang yang duduk disebelahnya: "Cianpwe, kenapa kalian tidak mengijinkan nona Lok melawan bangkotan tua itu, umpama kalah jiwanya kan tidak bakal terancam!" "Sulit dijelaskan" sahut Liu ju yang "Siau hong memang sembrono, akibatnya akan jauh lebih berat dari pada ia segera mati, istri ku dan Lok toaci justru sudah merasakan penderitaan ini, sehingga meraka membekal dendam dan kebencian selama hidup ini"." Koan San gwat tidak berhasil menggerek keterangan yang diinginkan, tapi ia menyadari urusan sangat penting, diam diam hatinya jadi menyesal Siau hong seorang gadis yang polos yang tidak mengenal seluk beluk keculasan manusia, aku yang membujuk dia untuk melakukan perbuatan bodoh ini bila terjadi sesuatu yang marugikan dirinya, aku akan menyesal selama hidup ini.
Karena tekanan Pok Thian cun terpaksa Pok Siau hong harus turun gelanggang, sambil menenteng cambuk dengan sikap gagah ia sudah siap berhadap dengan musuh, adalah Pok Thian cun menyeringai lebar.
Sekonyong konyong Koan San gwat, berkelebat meninggalkan tempat duduknya melesat kehadapan Pok Thian, tangan terayun koatan ia persen dua kali tamparan dikanan kiri pipi Pok Thian cun, tenaga yang digunakan besar sekali, suaranyapun nyaring.
Karena tidak bersiaga meski Pok Thian cun kena digampar, sedikitpun ia tidak cedera, cuma dengan gusar ia berteriak: "Bocah keparat apa apaan perbuatanmu ini?" "Tua bangka yang harus mampus!" ujar Koan San gwat tersenyum, "Kalau kau suka menyelesaikan urusan baru, babak pertama ini kau harus menghadapi aku dulu!" Kejadian diluar dugaan semua hadirin, Lok Heng kun bertiga berjingkrak berdiri, demikian juga Ki Hauw gusar, Lok Siau hong merasa heran, tak tahu kenapa Koan San gwat melanggar janjinya sendiri.
SeSant lamanya suasana hening tegang, akhirnya Ki Houw membuka suara dengan amarahnya yang meluap "Koan San gwat!
Berani kau bertingkah dihadapan Pun coh." Sambil bertolak pinggang Koan San gwat balas bertanya tidak kalah garangnya: "Tuan ini orang macam apa?" Baru saja Ki Houw hampir mengumbar amarahnya.
Liu ju yang keburu menyela bicara, "Kedudukan Siheng hari ini hanya sebagai saksi lebih baik jangan tersesat kedalam pertikaian ini apa pun yang terjadi hari ini kelak masih bisa diselesaikan, dan lagi akhli waris unta sakti belum terhitung kalangan dalam." Ki Houw tidak menduga alasan yang di kemukakan tadi malah mengikat dirinya pula terpaksa dengan mendengus dingin ia berkata: "Orang dari kalangan luar ternyata berani kurang ajar terhadapku, maka dosanya lebih tidak berampun!" Liu Ju yang berpikir sebentar lalu menjawab: "Kedudukan Siheng diperoleh secara tradisi, sebaliknya Tokko Bing seara langsung menyerahkan lencana unta sakti kepada Koan Siheng, maksud kelak pun akan mendapat warisan kedudukannya, bicara soal kedudukan dan jabatan, boleh dikata dia sejajar dengan kau, malah mangkin setingkat lebih tinggi, meski dia bersikap kasar terhadap Ki siheng, kurasa tidak termasuk bersikap kurang ajar!" Saking marah muka Ki Houw sampai pucat jengeknya: "Agaknya kau tahu banyak mengenal segala peraturan itu!" "Benar" sahut Liu Ju yang tersenyum, "Dalam rapat anggota waktu menegaskan perundang undang ini aku dipercayakan sebagai notulis, maka aku sangat jelas segala seluk beluk peraturan ini, jauh lebih jelas dan mengerti dari orang lain.
Meski Siheng berkedudukan diantara ketiga Sam kun, dalam peraturan yang berbelit belit ini, aka percaya belum tentu kau tahu jelas soal peraturan itu dari aku orang she Liu!?" Sejenak Ki Houw kebingungan, mendadak ia angkat jari kelingking tangan kirinya diatas diatas kelingking itu, ia mengenakan sebuah cincin batu jade warna putih, dia memutar cincin itu dari sebelah sama tampak ukiran kepala setan yang sangat hidup, kata nya bengis "Apakah kalian kenal benda ini?" Liu Ju yang dan Lok Heng kun berdua seketika berubah air mukanya, mereka berdiri tegap menurunkan kedua tangannya.
Ki Houw terkekeh kekeh dingin, katanya : "Secara resmi sekarang aku keluarkan perintah Sam mo ling, kuberi wakru tiga bulan dalam jangka waktu itu kalian harus datang kemarkas melaporkan diri!" "Menurut perintah!" serempak mereka bertiga menyahut dengan hormat.
Sikap Ki Houw berubah kalem dan tertawa tawa lagi katanya: "Sampai jangka waktunya, aku masih belum melihat kalian, jangan salahkan aku berlaku telengas!" Dengan suara bergetar Lok heng kun berkata: "Seumpama dalam tiga bulan ini kami tidak keburu mampus, pasti kami akan mengutus orang mengirim tulang belulang kami ke markas untuk menerima hukuman!" "UntuKitu kalian tidak perlu kuatir.
Cara kerjaku jauh lebih cermat dari mendiang ayah, dalam tiga bulan ini aku tanggung tidak ada orang yang berani menyentuh seujung rambut kalian, tapi kalian masih berani menyembunyikan diri, sampai keujung langit pun aku bisa menemukan kalian, Silahkan duduk!" Liu ju yang bertiga mengiakan lalu duduk, jelas hati mereka semakin tidak tentram.
Maka terdengarlah Ki Houw berkata kepada Pok Thian cun: "Lok Pok!
kau tunggu apa lagi, ayolah mulai!" Segera Pok Thun cun menggerung kepada Koan San gwat, makinya: "Keparat majulah!
perhitungan lama Tokko Bing hari ini kau bayar seluruhnya!" Tanpa gentar sedikitpun Koan San gwat menyahut.
"Guruku punya pertikaian apa de ngan bangkotan tua kau ini?" Seringai Pok Thian cun makin sadis, katanya menggerung : Yang terang kau masih hidup dapat menemui Tokko Bing dan langsung tanya kepadanya.
Seumpama jiwamu pendek kaupun bisa bertanya kepadanya." Koan San gwat tidak sabar, kontan ia ayun telapak tangannya memukul dada orang seraya memaki bangsat, anjing geladak, jangan cerewet!
Kekuatan pukulan telapak tangannya bagai damparan ombak menyapa kedepan, namun pok Thian cun mandah tersenyum lebar, tidak berkelit juga tidak menangkis, ia biarkan pukulan dasyst itu mengenai tubuh nya tapi sedikit pun tidak menimbulkan reaksi apa malah membarengi dengan jengek hidungnya, jari tangannya kedepan mengetuk sendi tulang lengan Koan San gwat.
Sedikit banyak Koan San gwat sudah tahu seluk beluk orang, maka pukulannya dia lancar dengan kekuatan penuh dan tidak akan ditarik kembali, kenyataan tenaga pukukan nya memang tidak menimbulkan reaksi apa apa atas musuhnya, maka begitu melihat ketukan jari Pok Thian cun tergerak hatinya sengaja memapak maju ingin dia menjajal sampai di mana kehebatan kepandaian lawan.
Liu Ju yang terperanjat serunya cepat: "Awas Koan San gwat, jangan menyetuh dia?" Belum lenyap suaranya pukulan kedua pihak saling bentur.
Koan San gwat tidak merasai benturan ini meski tenaga ketukan jari itu cukup kuat namun ia masih kuat bertahan dan tidak terluka tapi timbul semacam perasaan aneh yang timbul dalam badannya seperti gatal dan hangat tidak bisa dikatakan bagaimana perasaannya, ternyata Koan San gwat tidak ambil perhatian sebat sekali kakinya menggelincir mundur, sementara otaknya mencari akal untuk mengatasi musuh.
Wajah Liu Ju yang menunjuk rasa watir yang berlebihan, baru saja ia mau buka suara, Ki Houw sudah menarik muka membentak dingin "Sebagai saksi aku larang penonton banyak mulut mengganggu pertandingan!" Terpaksa Liu Ju yang bungkam sambil melirik kepada istrinya, agak nya ia mengharap bantuan isterinya.
Tapi Lok Siang kun dingin dan laku seperti tidak peduli sikap suaminya dengan mendelong ia mengawasi gelanggang pertempuran.
Sementara itu, setelah Koan San gwat berputar puluhan langkah sekonyong konyong ia kirim sebuah jotosan.
Agaknya Pok Thian cun punya persiapan yang cukup matang, sikapnya tetap tenang, acuh tak acuh menghadapi serangan hebat ini.
Namun sebelum pukulan Koan San gwat nengenai sasarannya tiba tiba ia merasakan adanya gejala gajul, cepat ia mengerahkan tenaganya hendak merubah haluan, namun sedikit terlambat.
Secara mendada Koan San gwat menarik tenaga pukulanrya , tanpa tertahan Pok Thian Cu terseret maju sehingga badannya sebelah atas doyong kedepan Koan San gwat tersenyum lebar, kontan ia persen dengan sebuah tamparan membalik kesebelah belakang dan tepat menggaplok punggung orang.
Seperti bola tertendang badan Pok Thian cun jatuh terjerembab dan mengelundung beberapa tombak jauhnya baru berdiri lagi.
Serta merta Lok Heng kun menghela napas dan berkata tertegun: "Bocah ini benar benar jenius, bergebrak baru satu jurus ia sudah meraba, kondisi lawan dan memperoleh akal untuk menguasainya sayang akalnya tidak akan maju gebrak selanjutnya ?" Tergerak hati Kaon San gwat mendengar kata kata Lok Hen kun, untuk mencapai hasil tadi, Koan San gwat sudah menghabiskan jerih payah yang cukup berat.
Setelah tahu bahwa kepandaian Pok Thian cun aneh dari luar biasa, tapi ia tidak percaya didalam dunia ini ada manusia yang tidak bisa terluka karena dipukul dan dihajar, pertarungan dengan kepandaian silat adalah pertarungan adu tenaga dan kekuatan, jelas Pok Thian cun memandang ringan pukulannya tentu ada sesuatu aturan tersendiri yang melandasi kepandaian nya.