Pembesar itu menarik napas panjang "Itulah. ! Justeru
kenyataan itulah yang membuat kami dijadikan utusan oleh Baginda Kaisar agar melakukan penelitian. Kenyataan itu merupakan kejahatan besar yang dilakukan banyak pejabat yang menyalahgunakan kekuasaan mereka, membikin sengsara kepada rakyat. Ketahuilah bahwa pengumpulan tenaga kerja itu sama sekali bukan paksaan. Rakyat diminta pengertiannya betapa pentingnya pembuatan terusan itu, dan dibuat justeru demi kepentingan rakyat. Dan rakyat yang mau membantu pekerjaan itu, diberi upah sebagaimana pantasnya. Namun sayang, banyak di antar para pejabat daerah yang menyalah-gunakan wewenang mereka, biaya untuk pembayaran para pekerja masuk ke dalam kantung mereka sendiri sedangkan mereka mempergunakan kekuasaan mereka untuk memaksa rakyat menjadi pekerja tanpa bayaran! Kamiditugaskan untuk melakukan penyelidikan tentang semua Itu, tentang penyelewengan yang dilakukan para pejabat daerah."
Han Beng teringat akan makian pemuda bercaping lebar kepadanya. Dia memaki penjilat pembesar korup!
"Jadi kalau begitu. mereka yang menyerang Tai-jin
itu adalah mereka yang menentang pembesar yang melakukan penyelewengan? Kalau begitu, mengapa mereka menyerang Tai-jin?"
"Mungkin mereka mengira bahwa kami juga termasuk pembesar yang melakukan penyelewengan. Begini persoalannya Si-taihiap. Kami datang ke daerah Siong-an karena mendengar bahwa Cang Tai-jin juga seorang pembesar dan pejabat daerah yang melakukan penindasan terhadap rakyat dan mempergunakan kekuasaan menangkapi banyak rakyat untuk dijadikan pekerja paksa, sedangkan biaya untuk itu dikantunginya sendiri. Kami datang dan melakukan penelitian, dan apa yang dilakukannya? Dia telah menyogok kami dengan dua orang gadis cantik dan seperti penuh barang berharga yang dimaksudkan agar kami memberi laporan yang baik-baik tentang dirinya ke kota raja! Untuk memperoleh bukti, maka kami sengaja menerima pemberian itu. Dengan adanya bukti itu, kelak tidak akan dapat menyangkal kalau sudah dituntut di depan pengadilan. Akan tetapi, di dalam hutan itu tiba-tiba kami diserang oleh segerombolan orang, dibantu oleh orang-orang Hui. Kami menjadi curiga sekali, Taihiap. Apakah benar para penyerang itu merupakan pendek pendekar yang membela rakyat membenci pembesar yang korup dan menindas rakyat? Ataukah ada sesuatu balik itu? Siapa tahu kalau Cang Ta jin menaruh curiga kepada kami, dan menghilangkan bukti! Setelah engkau? membantu dan kami dapat lolos, kami segera menyembunyikan dua orang gadis, dan peti harta itu untuk dijadikan bukti kelak."
Han Beng mengangguk-angguk. Dia kagum kepada pejabat ini, seorang yang jujur dan tegas, namun yang melaksanakan tugas amat beratnya.
"Kalau begitu, sangat boleh jadi bahwa para penyerang itu adalah mereka yang membenci pejabat yang menyeleweng dan menindas rakyat, kemudian karena Paduka menerima pemberian sogokan dari Cang Tai-jin, mereka tentu saja menganggap bahwa Paduka juga sama dengan Cang Tai-jin. Bukankah begitu kiranya, Tai-jin?"
Pembesar itu menggeleng-geleng kepalanya. "Kalau memang mereka itu benar orang-orang gagah yang melindungi rakyat jelata dan membenci pembesar yang menyeleweng dan menindas rakyat, tentu mereka sudah mendengar siapa dan bagaimana watak kami. Di mana pun juga kami selalu bertindak tegas terhadap para pejabat yang menyeleweng. Tidak, Si-taihiap, ada sesuatu di balik ini semua dan ketahuilah, kami percaya kepadamu maka kami berterus terang bahwa bukan hanya penyelewengan Cang Tai-jin yang kami dengar dari para penyelidik kami, akan tetapi bahwa di samping itu juga ada kemungkinan besar Cang Tai-jin mengadakan persekutuan dengan gerombolan yang diduga kerena akan mengadakan pemberontakan."
"Ahhh! Pemberontak?" Han Beng terkejut karena hal ini membuat urusan menjadi besar dan penting sekali.
"Nah, engkau lihat sendiri betapa gawatnya keadaan, di daerah ini, Si Tai-hiap. Oleh karena itulah maka kami sengaja mengundangmu, karena kami mengharapkan bantuanmu dalam hal ini."
"Bantuan bagaimana, Tai-jin? yang dapat saya lakukan menghadapi usaha pemberontakan?"
"Untuk melakukan penyelidikan, kami membutuhkan seorang yang memiliki ilmu kepandaian tinggi seperti engkau, Tai-hiap. Melihat betapa di antara mereka terdapat orang- orang lihai, maka tak mungkin kami mengutus para penyelidik biasa."
"Maaf, Tai-jin. Saya mendengar bahkan di kota raja terdapat banyak sekali jagoan-jagoan istana, orang-orang dengan kepandaian tinggi. Tentu mereka itu dapat. “
"Hal itu memang benar, Tai-hiap. Akan teapi terlalu lama kalau kami harus minta bantuan mereka yang jauh dari sini, padahal keadaan di sini amat mendesak. Engkau tentu tahu betapa parahnya keadaan kalau sampai terjadi pemterontakan. Rakyat dan pemerintah akan menderita hebat. Oleh karena itu, demi takyat dan pemerintah, maukah engkau membantu kami untuk melakukan penyelidikan terhadap mereka yang tadi menyerang kami?"