Ini merupakan tantangan sekaligus penghinaan yang gawat.! Ketua He k-houw-pang dikatakan takut melawan seorang gadis yang buntung tangan kirinya! Apalagi tantangan itu hanya untuk menguji kepandaian, bukan perkelahian matimatian! Untuk menutupi kemarahannya, Lai Kun te rtawa
Ha-ha-ha, kalau nona bermaksud meramaikan pesta kami, kenapa tidak nona sendiri saja memperlihatkan ilmu silatmu untuk menambah kegembiraan?
-ooo0dw0ooo-
Pangcu, aku datang bukan untuk memamerkan kepandaianku, melainkan untuk membuktikan apakah benar He k-houw-pang dipimpin oleh orang yang berilmu tinggi, sehingga menjadi sebuah perkumpulan yang kuat dan terkenal
Kalau s udah membuktikan sendiri, barulah aku percaya dan aku mau menyerahkan bingkis an kepada Hekhouw-pang untuk menghormatinya.
Ia berhenti sebentar, lalu memandang ke sekeliling, ke arah semua tamu yang kini mulai memperhatikan kemunculan gadis yang bicara keras te rhadap ketua Hek-houw-pang itu
Tentu saja ada kecualinya, yaitu kalau pangcu takut melawanku, te rpaksa aku pergi dan akan mengabarkan bahwa He k-houw-pang dipimpin oleh seorang pengecut.
Pangcu, biarkan aku yang menghadapinya!
te riak beberapa orang tokoh He k-houw-pang merasa penasaran dan marah mendengar ketua mereka ditantang dan dianggap pengecut oleh seorang gadis yang buntung tangan kirinya
Akan tetapi Lai Kun mengangkat tangan memberi isyarat kepada mereka untuk duduk kembali
Pada waktu itu, Thio Pa bangkit dan menghampiri Cin Cin, sambil mengangkat kedua tangan memberi hormat dan berkata dengan suara lantang
Nona, kalau nona mendendam terhadap empat orang anggota He k-houw-pang kemarin itu, maka akulah yang bertanggung jawab karena mereka itu adalah murid-muridku
Pangcu tidak tahu menahu te ntang itu
Oleh karena itu, harap nona jangan mengganggu pangcu yang se dang merayakan ulang tahun perkumpulan kami
Kalau nona hendak menguji biarlah aku Thio Pa yang maju melayani nona! Pangcu kami adalah suhengku, maka kalau nona dapat mengalahkan aku, sama saja dengan dapat mengalahkan suheng
Cin Cin memandang kepada laki-laki setengah tua itu dan tersenyum sambil menggelengkan kepalanya
Paman Thio Pa, aku sudah tahu bahwa engkau seorang laki-laki sejati yang gagah perkasa dan patut menjadi pimpinan Hek-houw-pang
Akan tetapi aku belum tahu sampai di mana kehe batan pangcu dari He k-houw-pang
Ketahuilah semua yang mendengarkan ucapanku ini, aku sama sekali bukan menantang pangcu He k-houw-pang karena urusan empat orang yang kurang ajar itu
Tidak, aku menantang pangcu untuk melihat sampai di mana kepandaiannya, setelah itu baru aku akan memperkenalkan diri.
Karena berkali-kali ditantang oleh gadis itu, di depan banyak orang pula, apalagi gadis itu mengatakan banwa kalau dia tidak berani berarti dia seorang pengecut, bangkit juga kemarahan di hati Lai Kun
Nona, sungguh engkau te rlalu mendesak
Karena engkau datang sebagai tamu, maka tidak baik kalau tuan rumah menolak permintaan tamu
Baiklah, mari kita bermain-main sebentar untuk memeriahkan pesta perkumpulan kami.
Cin Cin sudah melompat ke atas panggung yang sengaja didirikan di ruangan te mpat pesta itu
Panggung ini sedianya untuk pertunjukan tarian dan nyanyian, dan para pemusik sudah bersiapsiap dengan alat musik mereka, bahkan tadi sudah sempat memperdengarkan lagu-lagu merdu namun belum ada yang menari atau menyanyi karena saatnya belum tiba
Melihat betapa panggung itu akan dijadikan tempat pi-bu (pertandingan silat) maka para pemusik cepat-cepat turun melalui tangga
Cin Cin berdiri di tengah panggung yang kosong itu dan dengan suara lantang, te rdengar oleh semua tamu yang kini memandang dengan hati te gang, ia berkata,
Pangcu dari He k-houw-pang, ingin sekali aku membuktikan sendiri kehebatan pemimpin Hek-houw-pang yang terkenal!
Lai Kun sudah menjadi marah
Anak perempuan itu te rlalu sombong, sama sekali tidak memandang kepada He k-houw-pang, bahkan lagaknya meremehkan dia
Kalau dia tidak melayani, tentu namanya sebagai ketua Hek-houw-pang akan menjadi buah tertawaan orang-orang dunia persilatan
Nona, kami datang memenuhi tantanganmu!
serunya lantang dan tubuhnya melayang ke atas panggung pula
Kini mereka sudah saling berhadapan dan melihat senyum dan pandang mata gadis cantik itu, kembali Lai Kun mendapat perasaan seolah dia tidak asing dengan gadis ini
Akan te tapi begitu melihat tangan kiri yang buntung itu, diapun membantah lagi perasaannya sendiri dan yakin bahwa dia tidak pernah mengenal seorang gadis yang buntung tangan kirinya
Diapun sudah siap siaga, berdiri di depan gadis itu dengan sikap berwibawa seorang ketua perkumpulan besar
Melihat gadis itu kini menaruh buntalan kain hijau di sudut panggung, dan melihat betapa buntalan itu menonjol panjang, Lai Kun dapat menduga bahwa gadis itu menyimpan sebatang pedang dalam buntalannya
Maka, sebagai sikap seorang yang tingkatnya jauh le bih tinggi, diapun bertanya
Nona, dalam pi-bu ini, apakah nona hendak menggunakan senjata
Silakan keluarkan pedangmu kalau nona menghendaki demikian, akan kuhadapi dengan tangan kosong saja.
Ucapannya le mbut namun lantang dan te rdengar oleh semua orang
Tentu saja ucapan ini dimaksudkan untuk membalik pandangan rendah dari gadis itu te rhadap dirinya
Pangcu, sudah kukatakan tadi bahwa aku hanya ingin melihat sampai di mana kelihaianmu
Aku tidak ingin membunuhmu, kenapa harus menggunakan senjata
Sebaliknya, kalau pangcu ingin membalaskan empat orang murid He k-houwpang yang kuhajar kemarin, silakan kalau hendak menggunakan pedang
Aku tidak takut menghadapi senjatamu dengan tangan kosong!
Betapa sombongnya! Bahkan tangannyapun hanya tinggal sebuah, akan te tapi gadis itu menantang untuk menghadapi senjata ketua Hek-houw-pang dengan sebelah tangan saja! Wajah Lai Kun berubah kemerahan
Gadis ini te rnyata memiliki mulut yang tajam pula, pandai bicara sehingga dia merasa tersudut
Maklum bahwa kalau saling serang dengan kata-kata dia akan te rdesak dan kalah, Lai Kun lalu berseru dengan nyaring dan berwibawa,
N ona, kita sudah saling berhadapan di sini
Nah, kalau engkau hendak menantang bertanding, maju dan mulailah!
Cin Cin tersenyum gembira
Inilah saatnya yang ia tunggu-tunggu, inilah saat pelaksanaan, inilah dendam yang te lah menekan batinnya selama bertahun-tahun
Tak disangkanya sama sekali bahwa Lai Kun kini telah menjadi ketua Hek-houwpang, menggantikan ayahnya yang te lah tewas, sungguh tidak berhak orang itu menjadi ketua He k-houw-pang
Pertama, karena dia bukan keturun keluarga Coa yang menjadi pendiri dan pimpinan He k-houw-pang
Ayahnya adalah mantu dari keluarga Coa
Dan kedua, orang seperti Lai Kun ini tidak pantas memimpin Hek-houw-pang
Dia seorang pengecut dan berwatak rendah, tega menjual keponakan yang dipercayakan ke rumah pelacuran!
Bagus, bersiaplah engkau, Lai Kun!
te riak gadis ini mengejutkan semua orang karena tibatiba saja gadis itu tidak menyebut pangcu lagi, melainkan nama ketua itu begitu saja
Tentu saja Lai Kun marah bukan main, maka melihat gadis itu menampar dengan tangan kanan, diapun mengerahkan semua te naga sin-kangnya untuk menangkis
Maksudnya sekali tangkis dia akan membuat gadis terpelanting karena kalah tenaga
Dukkkl!
Dua buah lengan itu bertemu de ngan kerasnya dan akibatnya bukan Cin Cin yang te rpelanting, melainkan Lai Kun yang terpental dan te rhuyung karena kuda-kudanya tidak kuat menahan gempuran tenaga dahsyat dari lengan kecil gadis itu!
Ahh............!
Tentu saja Lai Kun te rkejut bukan main dan para pimpinan Hek-houw-pang juga para tamu mengira bahwa ketua itu mengalah dan tidak mengerahkan seluruh tenaganya
Lai Kun benarbenar te rkejut karena maklum bahwa dia kalah jauh dalam hal te naga sin-kang
Karena tahu bahwa lawannya ternyata amat kuat, Lai Kun cepat menggerakkan tubuhnya dan melakukan penyerangan dengan sungguh-sungguh
Tentu s aja dia segera memainkan silat andalan perkumpulannya, yaitu He k-houw-kun (Silat Macan Hitam) yang menjadi ciri khas dan nama dari perkumpulan itu
Gerakannya kuat dan ganas, seperti seekor harimau hitam yang buas
Namun, dibandingkan Cin Cin, tingkat kepandaian ketua ini masih terlalu jauh di bawahnya
De ngan mudah saja Cin Cin menghindarkan diri dari serangkaian serangan bertubi itu, bahkan setiap kali ia menangkis , tubuh Lai Kun terpental dan te rgetar
Baru delapan jurus saja, tiba-tiba tubuh Lai Kun te rjengkang oleh sebuah tendangan kaki kiri Cin Cin yang secara aneh melayang dari samping mengenai dadanya
Dessss..........bukkk!
Pinggul ketua He k-ouwpang itu te rbanting keras ke atas panggung dan te rdengar seruan-seruan kaget
Karena malu, Lai Kun menahan rasa nyeri dan cepat meloncat bangun dan menyerang lagi dengan nekat
Dia telah dihina di depan orang banyak
Sebagai ketua He k-houw-pang, dia roboh dalam waktu kurang dari sepuluh jurus! Maka, dia menyerang matimatian
Baru tiga jurus dia menyerang, sebuah tamparan tangan kanan Cin Cin kembali membuat dia te rpelanting keras dan sejenak tidak mampu bangkit karena kepalanya te rasa pening oleh tamparan yang mengenai le hernya tadi
Dia menjadi semakin marah dan penasaran
Lebih baik mati daripada dihina seperti ini, tekadnya dan setelah nanarnya hilang, dia meloncat dan menyerang lagi dengan nekat, hanya untuk roboh te rjengkang kembali karena disambut te ndangan Cin Cin
Tiga kali ketua itu roboh dan Cin Cin berdiri tegak dengan tenang dan senyum simpul
Begini sajakah kepandaian ketua He k-houwpang
Kalau begini, engkau tidak pantas menjadi ketua He k-houw-pang, Lai Kun!
terdengar gadis itu berseru yang membuat marah para pimpinan He k-houw-pang, juga membuat heran para tamu yang hadir
Para sute dari ketua itu menjadi bingung
Mereka maklum bahwa kalau ketua itu sendiri dibuat permainan ole h gadis itu, apalagi mereka, pasti bukan tandingan gadis buntung itu
Dan untuk melakukan pengeroyokan, tentu s aja hal itu akan membuat hancur nama besar Hek-houwpang, maka mereka hanya dapat memandang dengan muka pucat
Lai Kun yang merasa terhina sekali, menjadi nekat dan dia ingin melawan sampai mati! Maka dia merangkak bangun dan biarpun tubuhnya masih te rhuyung, dia berusaha keras untuk menyerang lagi, walau pandang matanya berkunang
Dia menerjang membabi buta dan sambil tersenyum mengejek Cin Cin sudah siap menyambutnya dengan te ndangan
Akan te tapi tiba-tiba berkelebat bayangan orang dan tubuh Lai Kun yang tadinya te rhuyung dan siap menerima te ndangan itu te rtarik ke belakang sehingga te ndangan Cin Cin luput
Ehh........?
Lai Kun memandang dan te rnyata yang menarik le ngannya ke belakang sehingga luput dari te ndangan lawan adalah pemuda yang baru tiba, yaitu Siong Ki.! Merasa dirinya dikeroyok, marahlah Cin Cin
Bagus, ketua Hek-houw pang curang dan hanya berani mengeroyok, terpaksa kuberi hajaran!
Ia menampar dengan gerakan kilat ke arah muka Lai Kun, akan tetapi Siong Ki tidak membiarkan saja gadis yang dianggapnya liar itu memukul paman gurunya
Diapun menangkis dan karena tadi dia melihat betapa lihainya gadis itu, ketika menangkis diapun mengerahkan te naga sin-kangnya
Dukk!
Keduanya terkejut karena merasa betapa kuatnya tenaga masing-masing dan mereka merasa tangan mereka tergetar hebat
Mereka saling pandang dengan mata mencorong
Hemm, orang orang He k-houw-pang hanya pandai menggunakan pengeroyokan
Akan te tapi aku tidak takut! Siapakah engkau dan mengapa engkau mencampuri urusanku dengan ketua He khouw-pang yang hendak mengadu ilmu?