Desisnya. Akan tetapi tiba-tiba tangan Milana menyentuh lengannya.
"Biarkan saja...."
"Apa....? Kedua orang anak muda itu terancam...."
Milana menggeleng kepala, mulutnya tersenyum dan matanya bersinar, wajahnya berseri-seri.
"Apakah kau tidak dapat menduga siapa mereka? Apakah kau tidak mengenal Sin-coa-kun, kemudian loncatan Soan-hong-lui-kun dan dorongan pukulan Swat-im Sin-ciang yang dilakukan Kian Bu tadi?"
"Kian Bu.... ahh dan yang satu itu....?"
"Kian Lee, siapa lagi?"
Han Wi Kong memandang terbelalak dan dengan penuh kekaguman dia melihat betapa Kian Lee menghadapi dua orang lawan bersenjata itu dengan sikap tenang sekali. Dua gulungan sinar senjata itu menyambar-nyambar ke depan. Kian Lee berkelebat mengelak diantara dua gulungan sinar senjata itu, gerakannya cepat sekali sehingga tidak dapat dilihat lagi bentuk tubuhnya, hanya bayangannya saja berkelebatan dan tiba-tiba terdengar dua kali teriakan keras, dua batang senjata itu terlempar dan dua orang jagoan itu terlempar dan roboh terbanting! Kian Lee telah berdiri dengan sikap penuh wibawa, kedua kaki terpentang lebar, kedua tangan bersedakap dan dia menghardik,
"Kalian masih berani menjual lagak lagi di sini?"
Dua orang jagoan itu merangkak bangun, muka mereka menjadi pucat sekali, lalu mereka saling pandang dan membalikkan tubuhnya.
"Tunggu....!"
Klan Bu mencelat dari tempat dia berdiri, tahu-tahu telah berada di depan kedua orang itu.
"Tadi kalian melukai orang, terlalu enak kalau kalian dibiarkan pergi begitu saja tanpa dihukum!"
Kedua tangannya bergerak cepat menyambar ke depan. Kedua orang jagoan yang masih merasa nanar itu berusaha membela diri, akan tetapi mereka jauh kalah cepat.
"Krek-krek! Krek-krek!"
Dua orang itu jatuh berlutut, kedua tulang pundak mereka telah dipatahkan oleh jari tangan Kian Bu yang hendak membalaskan orang gagah yang tadi patah tulang pundaknya.
"Nah, pergilah kalian!"
Bentaknya. Dua orang itu mengeluh, menggigit bibir, memandang dengan mata melotot, kemudian bangkit berdiri dan pergi cepat meninggalkan tempat itu melalui pintu gerbang dengan gerak langkah yang amat lucu. Kaki mereka melangkah cepat setengah berlari, akan tetapi kedua lengan mereka tidak dapat berlenggang, hanya tergantung lumpuh di kanan kiri tubuh.
"Tangkap dua orang pengacau itu....!"
Tiba-tiba Pangeran Liong Bin Ong berteriak memerintah sambil menudingkan telunjuknya ke arah Kian Lee dan Kian Bu. Belasan orang pengawal bergerak maju mengepung dengan senjata di tangan.
"Eh, eh, kenapa kami hendak ditangkap?"