"Hamba tidak membunuhnya, hanya menoto jalan darahnya saja agar dia tidak dapat mendengar pembicaraan kita nanti." Mendengar keterangan itu, lega juga perasaan Siau Po .
Namun di pihak lain, dia juga mengkhawatirkan dirinya kembali .
Kemudian terdengar kembali suara Hong thay-hou .
"Kau menyebut-nyebut Ngo-tay san, Kenapa?" "Karena di puncak Ngo-tay san ada seseorang yang sangat memperhatikan thayhou," sahut Hay kongkong dengan suara datar .
"Maksudmu.. .
dia sudah pergi ke Ngo-tay san?" tanya Hong thayhou dengan suaranya yang bergetar kembali .
"Kalau thayhou ingin mendapatkan keterangan yang lebih jelas, ada baiknya thayhou keluar saja dari kamar, Di tengah malam begini, tidak leluasa hamba masuk ke dalam kamar, sedangkan jika hamba bicara keras-keras, orang lain pasti mendengarnya." Thayhou terdiam, tampaknya dia ragu-ragu .
"Baik!" katanya sesaat kemudian .
Terdengar suara pintu dibuka dan seseorang melangkah keluar, Siau Po mengintai dari tempat persembunyiannya, Dia bisa melihat orang itu memang ibu suri adanya .
Ternyata wanita itu mempunyai bentuk tubuh yang agak gemuk dan pendek .
Dua kali dia pernah melihat ibu suri, tetapi posisi wanita itu selalu dalam keadaan duduk .
Terdengar ibu suri bertanya kembali .
"Barusan kau mengatakan dia telah pergi ke Ngo-tay san .
apakah benar yang kau katakan itu?" "Hambamu tidak mengatakan siapa yang pergi ke gunung Ngo-tay san .
Hamba hanya mengatakan bahwa di puncak gunung Ngo-tay san, ada seseorang yang mungkin masih menaruh perhatian kepada thayhou." Thayhou terdiam pula sejenak .
"Baik .
Anggap saja kau memang mengatakan begitu, Dia.. .
maksudku, orang itu, untuk apa dia pergi ke Ngo-tay san" Apakah dia berdiam di dalam kuil?" Sikap Hong thayhou biasanya tenang sekali, tetapi kali ini begitu mendengar katakata Hay kongkong, penampilannya jadi seperti orang yang gelisah, sebaliknya sikap Hay kongkong malah berubah semakin tenang .
"Orang itu memang berdiam di kuil Ceng-Lian si yang letaknya di puncak gunung Ngo-tay san." Mendengar kata-katanya, thayhou menarik nafas dalam-dalam seakan perasaannya menjadi agak lega .
"Terima kasih kepada langit dan bumi! Akhirnya aku bisa juga mendapat berita tentang dirinya.." Thayhou tidak dapat melanjutkan kata-katanya, suaranya bergetar mungkin karena kelewa terharu .
Siau Po justru semakin bingung mendengar percakapan mereka .
"Siapa orang itu" Mengapa thayhou begitu memperhatikannya?" tanyanya dalam hati .
perasaannya menjadi kacau, Dia hanya dapat menerka-nerka, "Apakah orang itu ayah atau sanak saudaranya ibu suri" Atau kekasihnya" Ya, pasti kekasihnya, Kalau memang ayah atau sanak saudaranya, toh bukan hal yang perlu dirahasiakan itulah sebabnya rahasia itu takut diketahui orang, Tapi, mengapa si kura-kura tua bisa mengetahui rahasia ini" Mungkinkah thay-kam tua itu ingin menggunakannya untuk memaksa thayhou menghukum mati diriku" Celakalah aku! Untung saja aku mendengarkan pembicaraan ini, Kalau perlu, aku akan membeberkannya agar dapat meloloskan diri dengan selamat dari tempat ini." Terdengar suara pernafasan thayhou yang agak memburu .
"Apa yang dilakukannya di kuil Ceng-Liang si?" tanyanya kemudian .
"Apakah thayhou benar-benar ingin mengetahuinya?" "Untuk apa kau bertanya terus" Tentu aku ingin mengetahuinya." bentak thayhou dengan nada tidak sabar .
"Junjungan kita itu sudah mencukur rambutnya menjadi hwesio." "Oh!" Thayhou mengeluarkan seruan tertahan "Dia.. .
benarkah dia sudah menjadi hwesio" Apa kau tidak mengelabui aku?" "Tidak berani hambamu berdusta pada thayhou, Lagipula, hamba rasa juga tidak ada perlunya," sahut Hay kongkong ketus .
"Benar-benar tega dia!" seru thayhou sengit .
"Tentunya dia selalu memikirkan si rase centil, sampai-sampai dia mengabaikan usaha yang telah dibangun leluhurnya dengan susah payah .
Dia juga tinggalkan kami, ibu dan anaknya!" Siau Po semakin bingung .
"Apa yang dimaksud dengan usaha leluhurnya?" Mengapa si kura-kura tua menyebut orang itu sebagai junjungannya, mungkinkah dia bukan kekasih thayhou?" tanyanya dalam hati, semakin penasaran ia .
"Hati junjungan kita telah tawar melihat dunia yang penuh kepalsuan ini .
Dia sudah sadar apa artinya kehidupan .
Karena itu dia tidak ingin memikirkan negara, istri maupun anaknya lagi, Menurut beliau, semuanya bagai awan gelap yang telah berlalu!" Mengapa dia tidak menyucikan diri di masa dulu atau kelak, tetapi justru sekarang" Mengapa dia harus menunggu sampai si rase centil itu mati baru mencukur rambutnya menjadi hwesio" Mengapa negara yang diusahakan leluhur, istri dan anaknya masih kalah dibandingkan dengan si rase genit itu" Sekarang, kalau kenyataannya dia sudah menyucikan diri, kenapa pula dia meminta kau datang menemuiku?" pertanyaan thayhou datang bertubi-tubi, seakan semuanya membingungkan hatinya .
Semakin lama suaranya pun semakin keras, Siau Po yang mendengarkan jadi cemas .
"Siapa orang itu sebenarnya?" "Junjungan kita telah berpesan wanti-wanti .
Biar bagaimana, hambamu dilarang membuka mulut, agar urusannya tidak menjadi bocor .
Terutama agar Hay thayhou dan Sri Baginda mengetahuinya .
junjungan kita juga mengatakan, dengan putra mahkota menggantikan kedudukannya, negara akan menjadi aman dan damai, Beliau benarbenar merasa puas." "Kalau begitu, mengapa baru sekarang kau mengatakannya kepadaku?" suara thayhou semakin sengit "Sebetulnya aku sudah tidak ingin memikirkannya kembali, Aku tidak ingin mengetahuinya, Bukankah di dalam hatinya hanya ada si rase centil?" Siau Po masih heran .
"Mungkinkah orang itu ayah Sri Baginda?" tanyanya pula dalam hati .
"Tapi, kaisar Sun Ti, ayah Sri Baginda kan sudah meninggal lama" justru karena ayahnya wafat, baru Sri Baginda menggantikannya, Mungkinkah Sri Baginda masih mempunyai ayah yang lain?" Siau Po bingung karena memang dia tidak begitu paham silsilah kerajaan .
Yang ia tahu, Kaisar Sun Ti adalah ayah dari si raja cilik sekarang .
Mungkin, bila thayhou dan Hay kongkong berbicara lebih jelas lagi, dia juga belum bisa mengerti .
"Junjunganku sekarang sudah menjadi hwesio, semestinya aku juga menyucikan diri di Ceng-Liang si untuk melayani beliau, tetapi masih ada satu hal yang membuat junjunganku tidak tenang, itulah sebabnya hamba ditugaskan kembali ke istana untuk menyelidikinya...." "Urusan apa yang membuatnya risau?" tanya thayhou cepat .
"Menurut junjunganku, meskipun Tang Gok hui...." "Di hadapanku, aku larang kau menyebut nama si rase centil itu?" tukas thayhou bengis .
"Ah! Rupanya yang dimaksud dengan rase centil adalah Tang Gok-Hui .
Tentunya dia seorang selir raja, Dan kemungkinan kekasih thayhou menyukainya dan tidak suka lagi kepada thayhou, Itulah sebabnya thayhou menjadi iri hati dan marah!" "Baik, baik," sahut si thay-kam tua .
"Kalau thay hou tidak menyukainya, tentu hamba tidak akan menyebutnya lagi." Nafas ibu suri tersengal-sengal, dia masih penasaran .
"Apa katanya mengenai si rase centil itu?" "Hambamu tidak mengerti apa yang kau maksudkan, thayhou, Setahu hamba, junjunganku tida pernah menyebut si rase centil...." Thayhou marah sekali melihat sikap Hay kongkong yang berlagak pilon .
"Sudah tentu dia tidak akan menyebutnya demikian Di dalam hatinya cuma ada permaisuri Toan-keng .
Setelah si rase centil mati, dia langsung menganugerahkan gelarnya itu .
Tong keng Hong hou .
Langsung saja para budak dan pelayan yang pandai menjilat menyebutnya permaisuri yang baik hati." "Thayhou benar, Setelah Tang Gok-hui meninggal hamba seharusnya memanggilnya dengan sebutan Toankeng Hong hou .
permaisuri itu meninggalkan buku catatannya yang berjudul Toankeng Hou Gi-lok .
Apakah thayhou ingin membacanya" Hamba selalu membawanya kemana-mana!" Hawa amarah dalam hati thayhou semakin meluap-Iuap mendengar kata-kata Hay kongkong .
"Kau! Kau!" Untuk sesaat dia sampai tidak sanggup mengatakan apa-apa, Namun kemudian dia sadar bahwa thayhou tua itu memang sengaja memancing kemarahannya .
Karena itu dia segera mengeluarkan suara tertawa dingin sambil berkata .
"Ya, sekarang ini zaman memang sudah berubah, Penjilat ada di mana-mana, karena itu banyak orang yang senang membaca buku yang isinya ngaco itu .
Kecuali satu jilid yang ada padamu dan beberapa jilid yang ada pada junjunganmu, siapa lagi yang masih memiliki buku-buku itu?" "Thayhou telah mengeluarkan perintah secara diam-diam untuk memusnahkan bukubuku itu .