ia jadi cemburu dari atas luitay ia berteriak.
Ho Tiong Jong, kau jangan omong gede disini.
Kau ini sebangsa pengecut, siapa yang mau percaya kau membunuh Tok-kay.
Ho Tiong Jong marah sekali, ia berkata pada Seng Eng.
Seng Pocu, ijinkanlah aku naik ke luitay.
Belum habis bicaranya, orangnya sudah melayang dan hinggap diatas luitay menghadapi oei-ti Koen yang sedang petangtang-petingting melembungkan dada.
Hei oet ti Koen, bagaimana aku harus berbuat supaya kau percaya.
kata Ho Tiong Jong gemas.
oet-ti Koen tertawa bergelak-gelak.
Lagaknya sombong sekali, seolah-olah orang dihadapannya itu sudah tentu akan menjadi pecundangnya.
ia memikir demikian memang tidak salah sebab tempo hari Ho Tiong Jong sudah jadi pecundangnya.
Tapi ia tentu saja tidak menyangka, kalau Ho Tiong Jong yang tempo hari bersama Ho Tiong Jong yang sekarang ada lain tingkat kepandaiannya.
Tiong Jong, Tiong Jong, katanya dengan lagaknya yang tengik, sekarang begini saja, coba kau menyerang aku dan aku yang menangkisnya.
Kita bertempur satu gebrakan saja, akur" Ha ha ha.
Ho Tiong Jong sudah tidak tahan melihat lagak tengik oet ti Koen, maka ia lalu menghadap pada Seng Eng.
Seng Pocu ijinkan aku main-main sebentar di luitay melayani ini orang gagah she oet-ti.
kemudian ia balik menghadapi Li lo sat le Ya.
Nona le, kau mengaso sebentar, biarkan aku yang kasih hajaran pada bedebah ini le Ya anggukkan kepalanya sambil kasih lihat senyumannya yang memikat.
Setelah le Ya lompat turun dari luitay, oet-ti Koen berkata lagi.
Hei Tiong Jong, apa kau tahu pertempuran ini ditetapkan tiga puluh jurus untuk menentukan menang kalahnya" Tapi, tidak apa, aku boleh potong lima belas jurus untuk melayani kau, sebab dalam lima belas jurus sudah tentu kau jadi pecundang, bukan" oet-ti Koen ada demikian memandang rendah kepada Ho Tiong Jong, akan tetapi sebaliknya dengan Seng Eng.
Pocu dari benteng Seng keepo ini merasa kuatir oet-ti Koen bukan tandingannya Ho Tiong Jong, maka ia berteriak pada oet-ti Koe n supaya peraturan yang sudah di tetapkan tiga puluh jurus itu tidak boleh dilanggar.
oet-ti Koen mendongkol hatinya.
Hmm.
Pocu tentu takut aku menyesal, bukan " Kau legakan hatimu, Pocu.
oet-ti Koen tidak akan membuat malu kepada Seng Pocu.
Seng Eng kewalahan menghadapi kebandelannya oet-ti Koen, tapi ia tetap menasehati supaya oet ti Koen tetap memegang peraturan.
Diam-diam ia memberi isyarat kepada kawan karibnya Pek Boe Tay-su, supaya ia siap-siap turun rangan melindungi oet-ti Koen dan mengambil jiwanya Ho Tiong Jong.
Pek Boe Tay-su seperti sudah paham akan maksudnya Seng Eng.
maka ia sudah anggukkan kepalanya.
Tapi hatinya ia sungkan berbuat curiga begitu malu terhadap jago jago tua yang hadir disitu.
Ketika pertandingan sudah hendak dimulai, terdengar suara sangat tajam dan keras menanya kepada Ho Tiong Jong.
Hei, Tiong Jong, apakah kau itu ada akhli warisnya San yu Lo long Khong Teng shoe" Kiranya yang mempunyai suara demikian hebat ada IHan Goat Tojin dari golongan Liong-bun.
Hm.
aku bukan muridnya, jawab Ho Tiong Jong, tapi ia berpikir sebaliknya dirinya sudah tidak lama lagi hidup didunia karena racunnya Tok-kay, maka sebaiknya semua permusuhan dengan Kho Kie itu ia sendiri saja yang menanggungnya.
Maka setelah memikir demikian, ia menyambung kata-katanya.
tapi, apabila totiang mau menuntut balas urusan yang bersangkutan dengan San-yu Lo-long Khong Teng Shoe totiang boleh perhitungkan diatas diriku saja.
Bagus, bagus.
kata Han Goan Tojin sambil mengacungkan jempolnya, kau memang ada satu laki-laki sejati, berani berbuat berani bertanggung jawab.
sebentar aku akan minta pelajaran darimu.
Mendengar bicaranya Han Goat Tojin, semua orang hampir percaya bahwa pemuda ini akan mempunyai kepandaian luar biasa.
Sementara itu oet-ti Koen yang melihat suasana seperti menguntungkan Ho Tiong Jong sudah semakin jelus saja hatinya.
Hmm TiongJoag, Tiong Jong sebelum lima belas gebrakan semua orang akan mencari kau ke Giam-lo-ong Ha ha ha.
demikian oet-ti Koen mengejeknya.
Bedebah, tutup mulutmu.
Kau buktikan sendiri, perkataanmu itu benar akan menjadi suatu kenyataan apa akan menjadi sebaliknya" Kaulah yang nanti pergi menghadap Giarm lo ong, apa kau sudah pesan tempat disana" Ho Tiong Jong balas mengejek.
oetti Koen marah betul.
Tanpa banyak rewel lagi ia menyerang dengan hebat.
Ho Tiong Jong tidak gentar.
ia menyalurkan kekuatan tenaga dalamnya pada kedua telapakan tangannya.Jari-jari tangan kirinya dibuka.
Telapakan tangan kanannya menangkis serangan, sedang jari-jari tangan kirinya secepat kilat mengancam jalan darah ditubuh oet ti Koen yang berbahaya.
Inilah ada ilmu serangan istimewa, yalah Kim-ci Gin ciang jari emas telapakan tangan ilmunya Khong Teng Shoe yang diturunkan pada Ho Tiong Jong melalui Khoe Kie, muridnya orang tua petani dari gunung San cu itu.
Hebat ilmu Kim-ci Gi Ni ciang iru, telapakan tangan kanan danjari-jari tangan kiri menyerang berbareng, membuat lawannya jadi gelagapan menangkisnya.
Tidak heran kalau oet-ti Koen menjadi kaget.
ia rubah posisi nya dan menyerang dengan dahsyat sekali maksudnya supaya sekaligus dapat membinasakan musuhnya.
Ho Tiong Jong menyambuti dengan tidak keder sedikitpUn.
Kedua kekuatan tenaga beradu.
satu suara wut yang keras terdengar tampak oet ti Koen mundur satu tindak dan lengan bajunya sobek^ Penonton sudah dapat memperhitungkan oet-ti Koen bukan tandingan Ho Tiong Jong yang hanya dengan serangan jarinya saja sudah menang angin.
oet-ti Koen melihat lengan bajunya sobek karena serangan tadi, lantas saja kalap dan berteriak-teriak katanya lengan baju itu sobek bukan lantaran Ho Tiong Jong, tapi bekas barusan ia bertempur dengan Li-losat le Ya.
Tapi teriakannya itu mana ada orang percaya, sebab mereka dengan mata kepala sendiri melihat kejadian itu, maka mereka hanya tertawa bergelak-gelak saja.
oet-ti Kang melihat adiknya berada dibawah angin mulutnya tidak bisa diam memaki maki pada Ho Tiong.
Hei, kau jangan banyak bacot kata Ho Tiong Jong.
Itu malam kalian bertiga mengeroyok aku seorang diri masih belum ada penjelasan.
Nah, sekarang kalian bertiga boleh maju berbareng it Semua penonton kaget melihat kata-kata-itu Ho Tiong Jong, mereka percaya Ho Tiong Jong telah dikerubuti tiga dan semakin percaya bahwa ilmu silatnya anak muda itu betul-betul lihay.
Oet-ti Koen telah mengerahkan semua tenaganya ia keluarkan tipu pukulannya yang sangat diandalkan yalah tiga belas gaya menyembah Tuhan.
Ho Tiong Jong masih terus mainkan Kim ci GiNi ciang yang hanya tiga jurus, tapi lihaynya bukan main.
Telapakan tangan dan jari-jarinya Ho Tiong Jong terus-terusan mengancam bagianbagian yang berbahaya pada tubuh musuhnya, hingga oet-ti Koen menjadi kewalahan dan ia main mundur saja kedesak.
Semua penonton dibikin kagum oleh kepandaiannya Ho Tiong Jong, apalagi Ban Siong To jin.
ia melongo karena ia tidak menyangka anak muda itu ada menpunyai ilmu yang demikian baiknya, tenaganya juga hebat sekali, tidak sama dengan semalam ketika ia menghadapi padanya dalam kuil ceng-in-si.
Ho Tiong Jong makin bertempur makin gagah.
setelah berjalan dua puluh jurus tibatiba ia merubah cara menyerangnya.
Jari jari tangan kirinya menyerang, sedang telapakan tangannya seperti ditarik tapi sebenarnya menyerang.
Jalannya penyerangan kelihatan sangat aneh, hingga membuat kagum penontonnya.
Pelajaran yang ia dapat dari Tok-kay.
yalah Tok-liong ciang hoat, yang semuanya ada tiga belas jurus, telah ia pertontonkan dengan baik sekali dalam pertempuran itu.
Ilmu Tok-kay merupakan malapetaka untuk oet-ti Koen yang sombong karena dengan memainkan ilmu yang lihay itu membuat oet-ti Koen benar-benar tidak berdaya.
Jurus-jurus yang kedua puluh enam adalah babak yang menentukan Terdengar bentakan Ho Tiong Jong yang keras, oet ti Koen, jadi tidak dapat maju dan mundur.
Terpaksa ia memiringkan badannya untuk menyingkir dari gempuran musuh.
Tiba-tiba terdengar suara bra aak tubuhnya oet-ti Koen seperti la y angan putus terpental beberapa tumbak tingginya danjatuh pula diatas luitay.
Pelahan-lahan ia masih bisa merangkak bangun dan lompat turun dari luitay dengan amat malunya.
oet-ti Kang melihat adiknya dalam detik-detik berbahaya, sebenarnya sudah lompat ke atas luitay sambil menghunus pedangnya Cit Seng-kiam (pedang tujuh bintang) tapi terlambat karena adiknya bukan sudah kena tendangan telak dan badannya nampung keudara.
Ia menyesal tidak waktunya turun tangan mencegah kekalahan adiknya, tapi ia terhibur juga karena adiknya tidak sampai melayang jiwanya.
oet-ti-Kang dengan pedang telanjang menghampiri Ho Tiong Jong yang tinggal tenang-tenang saja setelah menyepak terbang oet ti Koen.
Pengecut keluarkan senjatamu oet-ti Kang menantang.
oet-ti Kang mengira Ho Tiong Jong hanya ilmu silatnya bertangan kosong saja yang ampuh, tapi tidak begitu kalau ia menggunakan senjata.
ia tahu betul Ho Tiong Jong hanya mampu menjalankan yang kedua belas jurus ilmu golok keramatnya, terhadap ini ia tidak takut dan memastikan akan kemenangannya.