Halo!

Ilmu Golok Keramat Chapter 34

Memuat...

Beng Siong berubah wajahnya menjadi pucat.

Ia heran kepandaian istimewanya tak menemui sasarannya.

Kembali ia menyerang dengan dua buah senjatanya berbareng, tapi Ban siong Tojin sambil lompat tinggi mengebut dengan senjatanya pada senjata yang mengarah dirinya itu, hingga keduanya terpukul jatuh kebawah luitay.

Dua lagi senjata Beng Siang menyusul menyerang ketika badannya Ban Siong Tojin masih terapung diudara, tapi dengan indahnya dua senjata itu pun dapat dipunahkan oleh Ban siong Tojin dengan jalan menarik perutnya kempes dan dua senjatanya berbahaya itu persis lewat beberapa dim saja dari perutnya.

Setelah kakinya menginjak papan panggung lagi.

Ban Siong Tojin tidak dikasih ketika untuk bergerak dan telah diserang lagi.

Kali ini untuk meluputkan diri Ban Siong Tojin telah merebahkan dirinya diatas papan.

Berbahaya sekali kalau senjata-senjata itu menemui sasarannya.

Penonton tahan napas menyaksikan Ban siong Tojin diberondong dengan senjata ampuh dari Beng Siang.

Ternyata imam itu tinggi kepandaiannya.

Meskipun dicecar berulang-ulang, ia dengan bagus dapat meluputkan dirinya.

Sorak ramai gemuruh seketika masing-masing pada mundur karena pertandingan saat itu sudah berjalan lima belas gebrakan sebagaimana sudah ditetapkanPertandingan ini jadi dianggap seri, tidak ada yang kalah dan menang.

Ketika mereka lompat turun dari panggung dengan berseri-seri Seng Eng datang menyambut, berkata pada Beng Siang.

Beng losu, selamat.

Ilmumu istimewa, membuat banyak pendekar di sini yang menonton merasa kagum.

Maka sekedar untuk kenang-kenangan, aku akan menghadiahkan kau dua blok kain sutra dan sejumlah uang, harap Beng toyu tidak menampik.

la berkata sambil suruh orangnya membawa barang hadiah dan uang untuk diterimakan kepada Beng Siang, yang telah menerima itu dengan mengucapkan banyak terima kasih.

Kemudian ia berjalan menghampiri tempat duduknya lagi dipinggiran ia melihat pada Song Boe Kie yang berdiri sambil ketawa nyengir, hatinya gusar sekali, tapi tidak dapat melampiaskan amarahnya itu lantaran malu hati kepada tuan rumah.

Waktu itu masih belum waktunya istirahat, maka Seng Eng lalu mengumumkan padapara hadirin bahwa kali ini yang keluar sebagai wakil Taycu ada dua saudara oet ti-Kang dan oetti Koen dengan Pek Boe taysu sebagai Taycu.

PeK Boe Taysu ada sahabat karibnya Seng Eng.

Para penonton pa dakasak-kusuk siapa adanya mereka yang menjadi wakil Taycu itu" Yang mengetahui mereka ada seperguruannya Song Boe Ki telah memberitahukan pada yang tidak tahu, hingga disitu ramai orang bercakap-cakap.

Ho Tiong Jong sudah diberitahukan oleh Kho Kie siapa-siapa yang hadir disitu, ia tidak perlu mencari tahu lagi hanya matanya terus mengharap-harap dapat melihat wajahnya nona Seng.

Tiba-tiba matanya Kim Hong Jin selagi bercakap-cakap dengan Li-lo sat Ie Ya, saban-saban tampak ia bersenyum manis dan begitu menyolok sekali cirinya dua sujen dipipinya yang botak.

Lantas saja Ho Tiong Jong pikirannya melayang pada lima tahun yang lampau peristiwa ia menolong mengambilkan bonekanya Kim Hong Jie yang jatuh disawah.

Bagaimana ia diajak kerumahnya diberi pelajaran ilmu golok keramat oleh engkongnya Kim Hong Jie.

Bagaimana Jenakanya Kim Hong Jie yang ketika itu masih menjadi satu nona cilik dan baik sekali terhadap dirinya.

Nona cilik yang nakal, lincah dan cerdas itu sekarang merupakan satu gadis berparas cantik luar biasa.

Bagaimana kalau satu waktu ia ketemu sinona, apa ia akanjawab kalau sinona menanyakan kenapa ia tidak datang lagi kerumahnya, yang telah dipesan oleh engkongnya dalam tempo setahun sudah harus kembali kerumahnya" Dengan tanpa merasa parasnya berubah merah.

Ho Tiong Jong menjadi bengong memikirkan itu semua.

Kelakuannya ini telah ditertawakan oleh Soe coe Liang dan dua kawannya, mereka mengocok Ho Tiong Jong katanya mudah terbawa semangatnya oleh sepasang sujennya Kim Hong Jie.

Mereka agak keras mentertawakan Ho Tiong Jong hingga Kim Hong Jie dan Li sat Ie Ya pada menengok kearah mereka.

Ho Tiong Jong tundukkan kepalanya karena merasa malu Kim Hong Jie melihatpada Ho Tiong Jong, tapi ia tidak mengenali pemuda itu adalah itu pemuda yang telah menolong mengambilin bonekanya dulu, tetapi le Ya dapat mengenalinya pemuda tampan itu.

Begitu Ho Tiong Jong tundukan kepalanya ketika ia mendongak lagi dan mengawasi ke tempat duduknya Kim Hong Jie, ia melihat bahwa Li-lo sat, le Ya sedang bercakapcakap dengan pemuda hidung pesek Khoe cong, ialah pemuda yang tempo hari ia ketemukan di tengah hutan main petak dangan Li lo-sat Ie Ya.

Ketika matanya beralih kesamping mereka dilihatnya disitu sudah ada lain gadis lagi yang sedang duduk membelakangi ia.

Siapa gadis itu" Hatinya Ho Tiong Jong berdebaran keras, ketika gadis itu berpaling sebentaran kebelakang, wajah dikenal oleh Ho Tiong Jong ia itu ada nona Seng, putrinya Seng pocu dari Seng-kee-po.

la menyesal Seng Giok cin tidak mau mengarahkan pandangannya kepadanya, hingga ia tak dapat memberi isyarat apa-apa untuk menyampaikan laporannya tentang kematiannya Tok-kay Kan ciong.

ia gelisah sendirinya, dan cara bagaimana ia dapat menyampaikan laporan itu" Pikirnya, setelah beres melaporkan ia ingin segera meninggalkan tempat itu.

Li-losat Ie Ya tiba-tiba berdiri dari duduknya.

Maksudnya ia berdiri supaya Ho Tiong Jong dapat melihat pada dirinya, tapi akibatnya, menjadi tidak enak.

Sebab, sekali ia berdiri dianggapnya ada orang yang hendak naik keatas luitay untuk mengadu kepandaian.

Semua mata ditujukan padanya, hina gadengan apa boleh buat ia menghampiri panggung dan enjot.

turunnya naik keatas.

Setelah berada di atas ia berkata kepada para penonton.

Sekalian hadirin, berhubung dengan belum adanya wanita yang naik panggung, maka aku sekarang yang jadi pelopor menunjukan sedikit kejelekanku hanya sekedar untuk membuktikan, bahwa dikalangan wanita juga tidak kalah perhatiannya dari kaum laki untuk naik keatas panggung ini Parasnya yang cantik tampak berseri-seri memikat.

Oet-ti Keng dan oet-ti Koen melihat itu jadi saling pandang.

oet-ti Koen yang berangasan tabiatnya sudah tidak sabaran, segera mencelat naik menghadapi Li losat le Ya.

Sebetulnya oet-ti Koen mau jadi wakil Tay-cu bermaksud hendak mempertontonkan kepandaiannya kepada nona Seng, sebab hatinya telah tertarik betul oleh kecantikan dan gerak-geriknya si cantik.

Tidak tahunya, bukan lelaki yang naik tapi Li lo-sat le Ya perempuan.

Aku oet-ti Koen wakil Taycu boleh main-main dengan kau, katanya dengan suara dingin dan memandang rendah kepada le Ya.

Li lo-sat Ie Ya hanya tersenyum.

Tanpa banyak kata-kata lagi mereka lantas bergerak.

Li-lo-sat membuka serangannya dengan gerak tipu ganas sekali, hingga oet-ti Koen sangat terperanjat menghindarkan dirinya.

Lantas ia membalas dengan tipu pukulan Kui-eng Pek sat atau Raja setan mengibaskan kipasnya.

Ilmu pukulan ini mengeluarkan angin santar mengarah musuh, tapi Li lo sat dengan tenang memunahkan pukulan hebat itu.

Lalu balas menyerang dengan ganas dan kejam, meskipun tidak mengenakan sasarannya dengan telak.

angin pukulannya cukup menyerempet lengan baju kirinya oet-ti Koen, hingga ia ini jadi kaget sekali.

Meskipun setiap serangannya ada hebat, tapi Li-lo-sat le Ya tidak mendesak musuhnya, maka oet-tie Koen jadi dapat melayani tanpa mundur.

Melihat serang-serangan musuh makin lama makin ganas oet ti Koen lalu keluarkan tipu pukulan nya tiga belas gaya menyembah Tuhan, tiap serangannya berubah-rubah dan berbahaya sekali, hingga le Ya ke teter dan melayani musuhnya berputar-putar sekeliling panggung.

Sebentar saja sudah berjalan dua puluh enam jurus, tinggal tiga jurus lagi pertandingan berakhir seri dan Ie-Ya sedang memikirkan jalan untuk balas menyerang pada musuhnya tiba-tiba oet ti Koen telah menarik serangannya dan berkata padanya.

Ya, nona le, ilmu silatmu memang tinggi, aku tak dapat menang darimu.

le Ya mengerti oet-ti Koen ingin mengakhiri pertandingan itu, tapi bagaimana jalannya" Sedangnya mereka buntu jalan untuk mencari penyelesaian, tiba-tiba ada seorang lompat dari bawah panggung mencegah mereka melanjutkan pertempurannya.

Kalian berdua berhenti dahulu bertempur, aku ada berita penting untuk disampaikan kepada kawan-kawan dalam rimba persilatan- katanya.

Kiranya orang itu ada Seng Pocu sendiri setelah berkata demikian ia lalu menghadapi para hadirin berkata.

Sekalian saudara-saudara aku mengabarkan berita penting kepada kalian, yalah Tok kay yang membunuhnya pada kemarin malam dalam sebuah kuil yang letaknya tidak berapa jauh dari sini.

Dengan begitu, pengemis kejam itu tidak akan meneruskan kekejaman dan kejahatannya lagi dalam dunia ini.

Kematiannya itu entah siapa yang melakukannya.

Seng Eng berkata demikian, matanya berbareng menyapu pada sekalian tetamunya.

Tiba-tiba matanya melihat Ho Tiong Jong mendadakan saja sudah mendelik, hingga orang banyak yang mengikuti pandangan-nya sudah pada mengarahkan perhatiannya pada Ho Tiong Jong.

Tiba-tiba Song Boe Ki yang mengenali Ho Tiong Jong sudah berteriak.

Aaa.

itu dia Ho Tiong Jong, achli waris dari San-yu Loreng Khong Teng Sho" Kenapa Song Bee Ki berteriak demikian keras" Itulah karena ia sudah dapat dengar, bahwa Seng Eng ada bermusuhan dengan San-yu Lo tong Khong Teng Shoe dan sudah sesumbar akan membasminya musuh itu berikut semua murid-muridnya.

Soe coe Liang, Kiauw Jang dan Ko Jang yang melihat matanya Seng Eng beringas mengawasi kearahnya sudah menjadi ciut nyalinya, dengan perlahan-lahan telah mengendurkan diri dan meninggalkan Ho Tiong Jong berdiri sendirian-sekarang semua mata ditujukan pada Ho Tiong Jong.

Seng Pocu sudah marah betul, tapi ia bisa kendalikan amarahnya itu, karena mengingat diseputarnya banyak tetamu.

Ia berteriak menegur.

Hai, Tiong Jong, kau semalam ada bersama-samanya dengan Tok kay, sebetulnya Tok kay telah dibunuh oleh siapa" Kau tentu mengetahuinya, lekas katakan Ho Tiong Jong tampak tidak keder menghadapi Seng Pocu, malah ia ketawa dingin.

Dengan suara keras ia menjawab.

Seng Pocu, kalau kau mau tahu, orang itu telah ditabas lehernya olehku dengan golokku sendiri.

Seng Eng terperanjat.

Tidak terkecuali dengan semua tetamu yang hadir, karena untuk membunuh Tok-kay yang berkepandaian sangat tinggi, kecuali Seng Eng yang berkepandaian tinggi orang sembarangan tidak gampang membunuhnya.

Semua orang bingung dengan pengakuannya Ho Tiong Jong.

oet-ti Koen saat itu ada perhatikan Seng Giok Cin dan Kim Hong Jie yang kelihatan perhatiannya sangat tertarik oleh Ho Tiong Jong.

Post a Comment