Aku yang sudah puluhan belajar ilmu, mana dapat dibunuh olehmu begitu mudah" Kelihatan Tok-kay berkata seperti yang merasa cemas.
Tidak heran kalau ia merasa cemas, karena dalam dunia yang luas ini tidak seorangpun yang dapat menyintai dirinya.
Ho Tiong Jong, pemuda yang menarik hatinya dan dengan rela ia menurunkan ilmunya bukannya membalas budinya bahkan ia coba membunuhnya.
ia merasa tidak mengerti sikapnya anak muda itu, maka ia menanya.
Bocah, kenapa kau hendak mengambil jiwaku demikian kejamnya" Ho Tiong Jong menatap wajahnya Tok kay tanpa memberi jawaban.
Hei, bocah, kenapa kau hendak mengambil jiwaku" tegur lagi Tok-kay bengis.
Ho Tiong Jong bukannya takut terhadap Tok kay, hanya ia marasa terharu dengan tegurannya Tok kay itu, sebab perbuatannya memang tidak berbudi.
Tok kay seperti merasakan juga keharuan anak muda itu, ia tak mendesak.
hanya menanti apa jawabannya si anak muda.
Tak lama, Ho Tiong Jong telah memberikan jawabannya dengan tenang.
Locianpwee, memang aku telah menerima kebaikanmu yang besar sekali.
Perbuatanku yang barusan itu memang tak sepantasnya.
sebab itu menandakan aku seorang yang tak mengenal budi.
Kebaikan orang dibalas dengan kejahatan.
Tapi, ya aku berbuat demikian saking terpaksa.
it Terpaksa" Tok-kay nyeletuk, matanya berputaran galak sekali.
Ya, aku terpaksa melakukan itu jawab Ho Tiong Jong.
sebab apa kau terpaksa" sebabnya, lekas kau katakanSebabnya kau terlalu jahat Hmm.
Ya, aku membunuhmu karena untuk kepentingan orang banyak.
menyingkirkan bencana disebabkan oleh tanganmu yang ganas dan kejam, dengan lenyapnya kau dari dunia lenyaplah sudah bencana bagi mereka yang tidak berdosa.
Ho Tiong Jong tidak melanjutkan kata-katanya, karena diselakoleh tertawanya si pengemis beracun yang bergolak-gelak menyeramkan.
Bocah, dengar aku berkata.
Sejak suhuku mati, akulah yang meneruskan memelihara ular beracunnya.
Dalam tempo sepuluh tahun belakangan ini dengan susah payah aku sudah bisa simpan bisanya ular itu dalam kukuku.
orang yang terkena kukuku dalam tempo tiga hari orang itu akan merasakan reaksinya racunku badannya akan kegatalan tak terhingga dan racunku itu dapat menyerang pada jantung sang korban.
Dalam tempo tiga hari orang itu akan menemukan ajal nya dengan mengenaskan.
Ha ha ha.
Ho Tiong Jong kerutkan alisnya.
Apa hubungan apa racun dikukumU itu denganku" tanyanya.
Bocah, apa kau tidak merasa tadi ketika tanganmu berdekatan dengan tanganku kau merasa seperti tanganmu digigit nyamuk" Itulah racunku yang mematuk.
bukannya nyamut yang menggigit.
Ha ha ha., ,
, Ho Tiong Jong jadi bengong mendengar kata-katanya Tok-kay.
Kiranya sipengemis tadi bukannya rubuh sewajarnya, hanya berpura-pura saja.
Betul-betul Tok-kay sangat lihay, ditotok jalan darahnya yang penting masih bisa menangkis dan dapat berpura-pura seperti yang mati.
Ya, apa daya" Sekarang sudah ketela njur, usahanya gagal membunuh sipengemis beracun, sekarang tentu Tok kay tidak mengerti dan akan mengambil jiwanya juga.
Ia menghela napas.
Locianpwe, katanya aku sudah berbuat salah terhadapmu, aku telah menerima kebinasaan karena racunmu itu bahkan kalau perlu locianpwe boleb penggal batang leherku sekarang juga.
Tok-kay dibikin kagum juga menghadapi keberanian si pemuda.
Diam-diam ia merasa sayang, Ho Tiong Jong tak dapat dibikin taluk olehnya dan menjadi muridnya yang tersayang.
ia ingin mencoba hatinya Ho Tiong Jong apakah niatan membunuh padanya benar-benar dengan tidak menyayangi dirinya sendiri" Hei, bocah, kau datang dekat kemari katanya.
Ho Tiong Jong tidak takut, ia datang dekat pada sipengemis.
sekarang cabut golokmu " Ho Tiong Jong melengak.
tapi tokh ia menurut juga menghunus goloknya.
Diam-diam dalam hatinya merasa heran, kenapa ia selalu menurut saja perintahnya ini pengemis kejam" Tapi" Tidak bisa, Tok-kay terlalu tinggi ilmu silatnya.
Jalan paling baik memang ia selain menuruti saja perintahnya Tok-kay mau tahu Tok-kay akan berbuat apa terhadapnya.
Tok kay setelah melihat semua penntah-nya dituruti saja, diam-diam dalam hatinya menduga anak muda itu tentu tidak tega akan membunuh lagi padanya yang kedua kalinya maka ia lalu berkata.
Bocah, kau sekarang sudah terkena racun ku, selainnya obatku sendiri yang dapat menyembuhkan racun dalam dirimu, adalah si Dewi Racun Kong Jat Si yang dapat menolong dirimu.
Tapi sangat mustahil dalam tempo tiga hari kau akan menemukan dirinya si tua bangka itu.
Sekarang begini, aku mau suruh kau memilih, apakah kau benar-benar mengingini jiwaku tanpa menghiraukan Kegiatanmu atau kau mau hidup sebagai pendekar jempolan dengan mendapat seluruh kepandaianku.
cara bagaimana memilihnya" nyeletuk Ho Tiong Jong.
caranya memilih itu diputuskan dengan hitungan dari satu sampai tiga puluh.
Aku masih belum mengerti.
Hmm, bocah, kau sudah berkali kali mau mengambil jiwaku karena menurut alasan untuk menghindarkan bencana orang banyak karena perbuatanku.
Aku lihat golokmu ini tajam sekali, tentunya bukan golok sembarangan dan aku rela mati dibawh golok ini kalau memang aku punya nasib ada demikian akhirnya.
Locianpwee.
kau kau.
Ho TlongJong menyelak gugup, Ia merasa tidak tega dan terharu dengan kata-katanya pengemis beracun itu.
Hmm.
kau jangan menyelak bicaraku bukankah kau mau tahu caranya memilih dua soal yang aku katakan tadi.
Ho Tiong Jong tidak menjawab, ia tundukkan kepalanya dengan perasaan tidak karuan, hingga Tok-kay juga tergentar hatinya melihat keadaannya anak muda itu.
Bocah, kau dengar.
katanya kemudian, dongakkan mukamu menghadap kearahku dan siap dengan golokmu yang tajam itu.
Sementara kau bersikap demikian, aku akan menghitung dari satu sampai tiga puluh kalau hitunganku cukup tiga puluh kau tidak bergerak, artinya boleh hidup terus.
Aku akan mengobati racun dalam dirimu, mengangkat kau menjadi muridku yang tersayang.
Seluruh kepandaianku akan kuturunkan semua dan menjadikan kau sebagai satu pendekar jempolan dalam kalangan kang-ouw.
Kau sudah mengerti sekarang " Ho Tiong Jong anggukkan kepalanya.
Nah, mari kau mulai" Tok-kay Kang ciong menatap wajahnya anak muda di hadapannya yang sudah siap dengan golok tajamnya, ia tampak bersenyum-senyum.
Seakan-akan sudah rela untuk mati dibawah benda senjatanya Ho Tiong Jong.
la percaya anak muda ini hatinya tidak tega menyabetkan goloknya pada lehernya, kalau mengingat dengan berbuat demikian ia berarti menolong jiwanya sendiri dari kematian.
Tegasnya kalau Tok-kay tidak mati, racun yang ada dalam tubuhnya anak muda itu kukunya Tok-kay yang berbisa akan mendapat obat pemuna h nyadan ia akan diangkat menjadi muridnya yang tersayang dari pengemis tua yang kejam dan telengas itu.
Ia mulai menghitung.
satu dua tiga empat Selama Tok kay menghitung, otaknya Ho Tiong Jong bekerja.
Ia pertimbangkan antara kepentingan dirinya pribadi dan orang banyak punya keselamatan.
Hitungan sampai delapan masih belum ada kesiapan, otaknya terus bekerja, akhirnya akhirnya.
Belum lagi suara las^ keluar dari mulutnya, goloknya Ho Tiong Jong terayun dan tubuhnya Tok-kay sudah rubuh dengan kepala terpisah.
Kepentingan orang banyak dapat kemenangan dalam penimbangannya Ho Tiong Jong, maka ia sudah ayunkan goloknya menabas batang lehernya pengemis kejam itu.
Siapa sebenarnya dapat menyingkirkan diri dari sabetan golok Ho Tiong Jong, akan tetapi Tok-kay kali ini rupanya rela mati di tangannya anak muda yang mencocokkan hatinya itu maka ia tidak berkelit dan manda lehernya ditabas, sehingga darah segar menyembur keluar dari lehernya sementara batok kepalanya terjatuh ketanah.
Sampai disini berakhirlah riwayatnya pengemis beracun, Tok-kay Kang ciong, yang namanya menggetarkan dunia persilatan baik dikalangan hitam maupun putih.
Ilmunya Telapakan Tangan Berdarah yang diyakinkan dengan menggunakan entah berapa banyak wanita hamil, sangat hebat dan ganas, yang membuat lawan dan kawan segan berurusan dengannya.
Tidak dinyana kematiannya itu hanya demikian, mudah saja.
Ho Tiong Jong setelah membunuh Tok-kay menjadi kesima sendirinya, ia sendiri menjublek sekian lamanya mengawasi tubuh nya Tok-kay yang menggeletak dengan kepala berpisah.
Tanpa terasa ia telah mengucurkan air mata, ia sedih karena tahu Tokkay ada demikian baik terhadapnya tapi ia sudah membunuhnya juga karena dorongan jiwa kesatriyanya lebih mementingkan orang banyak daripada dirinya sendiri.
Ia mengerti bahwa dengan matinya Tok-kay.
jiwanya sendiri tidak akan tertolong lagi karena bekerjanya racun dalam tubuhnya, tapi ia rela menghadapi kematiannya itu asal dapat menyingkirkan seorang yang paling jahat dan kejam dalam dunia seperti Tok-kay itu.
Setelah sadar dari lamunannya, tanpa ragu-ragu Ho Tiong Jong angkat mayatnya Tok kay dibawa kesamping kuil diletakkan dibawahnya sebuah pohon, kemudian balik lagi mengambil kepalanya.