Halo!

Ilmu Golok Keramat Chapter 29

Memuat...

Pada waktu ilmu silatku belum pandai betul, tapi karena keberanianku suka membunuh orang dan menggunakan racun, maka dikalangan kangouw orang telah memberi julukan padaku Tok-kay (pengemis beracun).

Si pengemis tua bicara sampai disitu kelihatan merasa bangga sekali.

Selanjutnya ia mengisahkan pertemuannya dengan Kok Lo lo dikaki gunung Taypekssan dan jatuh cinta kepada Kok Lo-lo, yang pada masa itu merupakan gadis yang luar biasa cantiknya.

Tanpa merasa kakinya telah mengikuti jejaknya nona Kok yang sedang naik gunung.

Ditengah jalan nona Kok berhentikan tindakannya, menantikan ia datang dekat dan lalu menanya.

Aku tidak tahu.

semangatku telah terbawa olehmu.

jawabnya.

Nona Kok bersenyum manis menggiurkan, hingga hatinya Tok-kay menjadi berdebaran keras.

Diam diam ia berpikir.

Kau biar bagaimana harus menjadi milikku Engkau tidak seharusnya mengikuti seorang gadis yang tidak dikenal kata pula nona Kok.

Kalau kau masih terus mengintil aku akan marah.

Suaranya si nona demikian merdu merayu, bagaimana Tok-kay tidak jadi tertegun dan berdiri seperti kakinya terpaku.

Ia tidak bisa menjawab kata-katanya nona Kok.

hanya matanya saja yang dapat bicara menatap terus pada wajahnya sinona yang cantik menarik.

Nona Kok segera meninggalkan ia setelah mengerlingkan matanya yang jeli.

Sebenarnya Tok-kay tidak akan tinggal diam mendapat perlakuan demikian, kalau saja ia menghadapi lain gadis.

Terhadap nona Kok ia harus membawa kelakuan yang sopan santun, seberapa bisa menutup kekasarannya, agar sinona ketarik dan menyerah kepadanya tanpa paksaan.

Ia ingin hidup dengan sinona penuh kebahagiaan.

Setelah nona Kok berlalu sampai tak kelihatan bayangannya pula, Tok kay lalu duduk diatas batu besar diam dengan termenung-menung.

Ia kelelap didalam lamunannya sampai tidak merasa kalau sang malam telah dilewati olehnya dengan hanya duduk terus diatas batu.

Pagi-pagi sekali tampak nona Kok turun gunung.

Hatinya Tok kay berdebaran, ia tidak tahu harus bagaimana ia membawa dirinya supaya disuka oleh nona pujaannya itu Ia diam saja tidak menegur.

Berpura-pura.

Seperti mana sedang menanggung kesal, ia tundukkan kepalanya pada saat nona Kok lewat didepannya.

Hei, kau masih ada disini" tanya nona Kok tiba-tiba.

Tok-kay angkat kepalanya dan melirat nona Kok berdiri didepannya seperti juga bidadari yang baru turun dari kayangan.

Ia begitu cantik begitu menarik dan bergoncanglah hatinya To kay karenanya.

Ya, aku masih ada disini.

jawab Tok-kay perlahan- Hei, kenapa begitu" Nona, aku mohon belas kasihanmu.

Janganiah kau sia siakan perasaan hatiku telah jatuh cinta dengan setulus hati padamu.

Parasnya nona Kok bersemu merah mendengar kata-katanya yang tidak pakai tedeng aling aling, tapi ia masih bisa bersenyum manis.

Apa kau teras bercokol disini, tidak pernah berlalu sejak kemarin kita bertemu" tanya nona Kok.

Ya, jawabnya sambil anggukkan kepala.

Betul.

si nona menegasi.

Langit dan bumi menjadi saksinya.

Sejak kemarin kau meninggalkan aku sendirian di-sini, aku tak pernah berlalu barang sedikit-pun dari sini.

Kenapa begitu" Ah nona, apa kau masih belum mengerti pengakuanku yang terus terang tadi" Nona Kok tertawa.

Aku tidak menduga kau bisa berlaku demikian, katanya.

Nona, sekali sukmaku tertawan, olehmu, tak gampang gampang aku menariknya pulang.

Kembali Nona Kok unjuk senyumnya yang manis.

Nah baiklah, katanya.

Kalau kau memang bersungguh-sungguh hendak hidup bersama sama aku, akupun tidak keberatan.

Asal saja.

Tok-kay gelisah hatinya, ketika melihat si nona tidak meneruskan kata katanya.

Ketika ia mau membuka mulut, nona Kok sudah berkata lagi.

asal saja kau dapat memenuhi dua syarat.

Katakan lekas syaratmu itu, memotong Tok-kay tidak sabaran.

Nona Kok berpikir sebentar.

Syarat yang kesatu, katanya dengan sungguh-sungguh.

kau yang banyak melakukan perbuatan berdosa, harus menebus dosamu itu dengan merubah diri dari orang jahat menjadi orang baik-baik dan menjalankan penghidupan dalam kalangan kangouw sebagai pendekar untuk membela keadilan dan menumpas kejahatan, bagaimana kau sanggup" Sanggup, sanggup jawab Tok-kay tanpa pikir pikir lagi.

Bagus.

kata lagi nona Kok.

Dan sekarang syarat yang kedua, jalan lelaki yang menjadi suamiku harus ilmu silatnya ada letih tinggi dan pada aku sendiri.

Kalau kau dapat memenuhkan dua syarat ini aku tidak keberatan untuk menjadi isterinya.

Tokkay tertawa terbahak-bahak.

Ia pikir dua syarat itu terlalu ringan.

Untuk merobah dirinya menjadi orang baikbaik, apa susahnya" juga untuk membuktikan ia ada lebih unggul, apa sukarnya.

Nona Kok ada begitu lemah-lembut, yang kata peribahasa kes amber angin juga akan sempoyongan, bagaimana ia bisa tahan ilmu silatnya yang sudah dilatih banyak tahun " Maka ketika itu juga, setelah ia menghentikan tertawanya kemudian ia berkata kepada nona Kek.

Nona, dua syarat itu aku terima baik.

Supaya lebih cepat kita mencapai buktinya, apa tidak lebih baik kalau kita mulai dengan syarat yang kedua dahulu " Nona Kok bersenyum.

Baik, itu bagus jawabnya.

Tok-kay tidak pandang mata kepandaiannya si gadis, maka begitu ke duanya sudah siap bertempur, ia mendahului berkata pada nona Kok.

Nona.

silahkan kau menyerang lebih dulu.

Nona Kok bersenyum manis.

Ia tidak sungkan-sungkan lantas turun tangan menyerang.

Diluar dugaan sama sekali Tok kay, bahwa kepandaian sinona ada sangat tinggi, sebab selanjutnya ia menempur si nona telah menjadi keteter.

Meskipun seluruh kepandaiannya ia telah keluarkan, akan tetapi sia-sia saja.

Akhirnya, setelah dengan susah payah Tok-kay melayani si nona puluhan jurus, pada jurus ke lima puluh entah bagaimana nona Kok bergerak.

tahu-tahu ia sudah terpental sampai beberapa tombak dan rubuh ditanah sebagai pecundang.

Sampai disini Tok-kay Kang ciong menutur telah berhenti sebentar, untuk menarik napas.

Parasnya seperti yang mengandung penuh penasaran.

Ho Tiong Jong yang terus mendengari penuturannya sipengemis beracun yang panjang lebar, saat itu juga hatinya tergerak untuk menyingkirkan pengemis jahat ini di-waktu ia terbenam dalam lamunannya mengenangkan masa yang lampau.

Tapi heran tangannya tak dapat bergerak.

rasanya berat sekali.

Inilah karena hatinya merasa tidak tega, mengingat seorang yang begitu jahat seperti Tok-kay Kang ciong masih punya perasaan cinta dan hendak memperbaiki dirinya menjadi orang baik-baik" Tiba tiba Ho Tiong Jong tertawa.

Hei, kau tertawai apa bocah" tegur Tok kay.

Aku tertawakan locianpwee, karena buat apa dimiliki itu kitab Kumpulan Ilmu Silat Sejati, kalau tidak dipelajari sungguh-sungguh untuk mengalahkan lawanHaiii seru Tok-kay seperti yang baru tersadar dari tidurnya, berbareng ia memukulkan telapakan tangannya kearah tanah, hingga berbunyi wut dan tampak tanah serta batu berhamburan diatas tanah tampak bekas telapakan tangan yang memerah seperti darah.

Ho Tiong Jong sangat terkejut, ia tidak mengira reaksi dari perkataannya tadi ada demikian hebatnya, Sementara ia terbengong-bengong, Tok-kay telah berkata.

Hei.

bocah, apa kau sudah lihat barusan" Yang barusan itu adalah ilmu Telapakan Tangan Berdarah yang termasuk dalam ilmu hitam.

Kau tahu bagaimana dahysatnya ilmu itu, entah sudah berapa banyak jiwa melayang oleh karenanya, menurut pendapatku ilmuku itu hanya orang yang berkepandaian sangat tinggi saja baru menjadi lawanku yang pantas Ho Tiong Jong melihat, meskipun dimulut Tok kay membanggakan pukulannya yang dahsyat, tapi diparas mukanya tampak seperti yang mengandung penasaran.

Locianpwe, ilmumu itu memang sangat hebat tapi heran, aku seperti melihat diwajah locianpwee seperti yang mengandung penasaran, kenapa" Tok-kay anggukan kepalanya.

Betul, aku memang ada mengandung penasaran katanya.

Penasaran dalam urusan apa " Penasaran karena meskipun aku sudah dengan sungguh-sungguh menarik pelajaran dari kitab Kumpulan Ilmu Silat Sejati belum juga aku dapat mencapai pada puncaknya kemahiran.

Buktinya saban kali aku berjumpa dengan Kok Lo lo dan mengukur tenaga, penghabisannya aku kalah seketika.

Aku terus menjadi pecundangnya itu penghuni rumah es di-Tay pek-san Tok-kay berkata-kata merogoh saku bajunya dan mengeluarkan sebuah kantong dari sutra indah, panjangnya kira-kira lima dim, lebarnya tiga dim dan tebalnya setengah dim.

Mulut kantong diikat dengan seutas tali halus.

Ketika dikeluarkan isinya, ternyata ada kitab Kumpulan Ilmu Silat Sejati.

Buku itu tampak dibakal main ditangan-nya Tok-kay, Tiba-tiba parasnya kelihatan beringas, ia berkata dengan penuh kekuasaan.

Hmm Bukan inilah yang membuat seumur hidupku menjadi celaka Ho Tiong Jong melihat Tok-kay apa sedemikian marahnya, takut ia akan membikin hancur kitab ilmu silat yang berharga itu maka ia sudah berkata menghibur.

Ia, locianpwe, mungkin Kok locianpwe tidak memberi kesempatan karena locianpwe belum menurunkan syarat yang pertamanya yang lelah locianpwe sanggupi., ,

Hei, bocah, kau jangan kata begitu.

Aku sudah delapan tahun teluh mengubah perbuatanku yang lama.

Selama itu bukan saja aku tidak berbuat jahat, malah membunuh juga seolah-olah pantangan untuku.

Aku terus berubah semua ini menjadi pendekar budiman, banyak orang aku telah tolong dan menyebarkan budi kebaikan.

Tapi hmm.

perbuatan bukan mendapat perhatian selayaknya dari Kok Lo lo, sebaliknya aku mendapat kabar dia telah menikah dengan seorang piauwsu bernama Lo Teng Kok di propinsi Ha pak.

Tiga hari tiga malam aku terus memikirkan kejadian itu, akhirnya hatiku yang panas tak dapat dikendalikan lagi.

Terus aku mencari Kok Lo lo ketempat asalnya di Tay-pek-san, kemudian ke Ho pak.

tapi aku tak dapat menemuinya.

Setelah enam bulan aku mencari barulah aku menemuinya dan waktu itu dia masih memegang janjinya untuk bertempur dengan aku.

Waktu aku sudah jadi sangat gemas, segera kita sudah bertempur hebat sekali.

Tapi, ya, apa mau dikata.

Setelah bertempur ramai seratus jurus lebih, kembali aku dikalahkan-.

Sayang.

Ho Tiong Jong nyeletuk.

Post a Comment