Halo!

Ilmu Golok Keramat Chapter 28

Memuat...

Kau terlalu kejam., ,

kata pula Ho Tiong Jong menghela napas.

Tok-kay Kang Hlong hanya tertawa nyengir.

Bocah, mari aku ceritakan riwayat hidupku, apa kau suka mendengarnya " Ho Tiong Jong girang hatinya, memang ia kepingin tahu asal usulnya orang kejam ini.

la tidak menjawab, hanya kepalanya dianggukkan.

Setelah menyeka mulutnya dengan lengan bajunya yang kotor, pengemis tua itu telah menceritakan kisahnya seperti berikut.

Kiranya ia dalam usia dua belas tahun sudah menjadi pengemis.

Pada waktu itu ibunya telah meninggal beberapa tahun.

Ia jadi dibawah penilikan ayahnya yang bengis terhadapnya.

Belakangan sang ayah telah menikah lagi, ia jadi mempunyai ibu tiri.

Maklumlah, ibu tiri itu selalu tidak dapat akur dengan anak tirinya.

Ia juga mendapat perlakuan yang bengis dari ibu tirinya itu.

Pada suatu hari dalam sekehendak ia telah dihajar oleh kawannya yang lebih besar sehingga mukanya matang biru.

Ketika pulang kerumah, bukannya dimenangkan oleh ayahnya malah ia ditambah dengan pukulan hebat.

Maka sejak itu ia insaf, bahaya manusia hidup didunia ini, baru dapat hidup merdeka kalau dapat hidup dengan tenaga sendiri.

Pada hari kedua ia dari rumah bawa buku-buku mau pergi sekolah tapi sebenarnya ia tidak masuk sekolah hanya pergi pada satu pengemis tua untuk main-main dan mengobrol.

Ia tahu bahwa pengemis tua ini suka menangkapi binatang binatang berbisa seperti kelabang, kalajengking dan sebangsanya yang beracun, kemudian dijual dan uangnya dipakai membeli arak untuk diminum.

Diantara binatang binatang berbisanya itu terdapat satu kalajengking besar yang disimpan dalam sebuah bumbung bambu.

Katanya binating itu sangat berbisa siapa yang kena disengat olehnya akan binasa.

Pada satu hari ia telah mencuri sepotong perakan dari ayahnya dan diberikan pada pengemis tua itu untuk membeli araknya.

Pengemis tua itu kegirangan, setelah membeli arak lalu diminumannya dirumah sampai ia makan dan tidur pulas.

Menggunakan kesempatan itu, ia sudah curi kalajengkingnya yang beracun itu.

Ia bawa itu kesekolahnya dan ditaruh disatu lubang batu dibelakang rumah sekolah, diatasnya bumbung ia taruhi uang dan dua buah.

Kemudian pada hari itu ia traktir makan pada teman-temannya, tidak terkecuali anak yang tempo hari telah memukuli mukanya hingga bengkak.

Anak itu menanyakan dari mana ia mendapat uang, dengan berbisik ia ceritakan bahwa ia dapat uang dibawahnya lubang batu dibelakang rumah sekolah.

Hal mana sudah tentu mengherankan.

Anak itu ketarik hatinya untuk mendapatkan uang dari dalam lubang.

Dijanjikan oleh Kang ciang akan diantarkan kesana kalau sebentar sekolahan sudah bubaran.

Demikian anak yang besaran itu diantar olehnya ketempat dimana disimpan kalajengking berbisa.

Ia yang mula mula mengulurkan tangannya kedalam lubang mengambil uang, berbareng ia sudah membuka lubang bumbung bambu binatang kalajengking itu.

Ketika ia unjukkan uang yang didapati dari lubang, anak yang memukul padanya telah timbul keserakahannya dan menendang padanya sampai bergulingan ditanah.

Kemudian anak itu sendiri telah memasukkan tangan-nya kedalam lubang batu untuk mengambil uang, tidak tahunya ia telah diantuk oleh kalajengking sehingga ia keluarkan jeritan tertahan.

Tidak lama kemudian mukanya menjadi biru dan hitam, la meringis-ringis merasa kesakitan, kemudian ia rubuh terbinasa.

Kang ciang balas menendangnya dengan sengit sebagai bayar hutang untuk tendangan anak yang mati tadi lakukan kepadanya.

Setelah itu ia lalu kabur kerumahnya si pengemis tua dan menceritakan kejadian dalam sekolahannya, lantaran mana pengemis tua itu menjadi ketakutan dan ajak ia kabur bersama-sama.

Pengemis ini belakangan menjadi gurunya dan yang memberi pelajaran ilmu silat kepadanya.

Ketika ia sudah berumur dua puluh tahun baru ia tahu kalau pengemis itu hanya menurunkan sepuluh persen saja kepandaian ilmu silatnya kepadanya, la tahu bahwa pengemis tua itu ada menyimpan buku tentang ilmu silat yang lihay.

Sampai disini Ho Tiong Jong mendengarkan ceritanya Tok-kay, diam-diam dalam hatinya berkata.

Pantas Tok-kay ini kejam, karena sudah sejak kecil ia jahat tukang mencelakai orang.

Meskipun berpikir kesitu, ia tidak takut dan terus mendengarkan, riwayatnya Tokkay yang ia sangat kepingin tahu.

Tok kay cerita selanjutnya.

Setelah mengetahui suhunya ada mempunyai kitab ilmu silat pusaka yang dinamai kitab Kumpulan Ilmu Silat Sejati , ia telah minta diajari ilmu silat berdasarkan dari buku itu.

Tapi suhunya berkata.

Kitab ini hanya satujilid saja.

tapi lengkap dengan berbagai ilmu silat dari banyak partai yang terkenal.

Satu saja kau dapat mempelajari dari banyak ilmu pukulan dalam buku itu, kau sudah dapat menjagoi di kalangan Kangouw.

Sayang kau terlalu jahat dan suka membunuh orang, makanya aku tidak mau menurunkan pelajaran itu kepadamu.

Selanjutnya, jika kau tidak mau merubah sifatmu yang jahat itu, terpaksa aku akan turun tangan membunuhmu untuk kepentingan rakyat yang tidak berdosa.

Mendeagar kata-katanya sang suhu yang terus terang, bukannya ia mengerti dan dapat merubah tabeatnya yang jahat, malah ia sudah meracuni suhunya sampai binasa dan ia lalu memiliki kitab yang ia sangat idam-idamkan itu.

Mendengar ceritanya Tok-kay sampai disini, Ho Tiong Jong berkata dalam hatinya ada sangat jahat, aku harus membunuhmu Saat itu Tok-kay juga sedang melayang-layang pikirannya kemasa lampau, kepada satu wanita cantik pujaannya, hingga bubur yang disuapkan kemulutnya ia telan tanpa merasa.

Ho Tiong Jong pikir saat itu ada disuapkan kemulutnya ia telan tanpa merabaHo Tiong Jong pikir saat itu ada waktunya yang baik untuk turun tangan, ia lalu mengulurkan tangannya kebahu orang, akan tapi Tok kay miringkan badannya untuk menghindarkan tepukan Ho Tiong Jong.

Bocah kau hendak menyerang aku" tanyanya heran.

oh.

bukan, bukan, aku hanya hendak menepuk binatang tawon yang ada dipundak mu.

jawab Ho Tiong Jong dengan sedikit gugup, Tok-kay dengan ragu-ragu anggukkan kepalanya.

Untuk menyampingkan perhatiannya Tok-kay Ho Tiong Jong menanya.

Malam ini aku pikir tidur dilapangan lebih baik PADA pagi harinya Ho Tiong Jong terbangun dari tidurnya, ia melihat Tok-kay telah berjalan meninggalkan dirinya dengan menggunakan ilmu lari cepatnya, dan Ho Tiong Jong tetap mengintil dibelakang nya.

Tok-kay merasa heran, meski ia sudah jalan lebih dahulu dan mengerahkan ilmunya yang sangat ia andalkan, Ho Tiong Jong masih tetap mengintilnya.

Ho Tiong Jong sambil mengikuti lari.

otak nya bekerja.

Pikirnya, pengemis tua ini sangat jahat, kalau dibiarkan tinggal hidup entah berapa banyak korban lagi akan binasa ditangannya.

Baik ia mengikuti jejaknya, sebentar dalam kuil kalau ia mau menurunkan pelajarannya ia akan terima, tapi ia tetap menghendaki jiwanya manakala ia mendapat kesempatan untuk membunuhnya.

Tidak lama mereka sudah sampai disuatu tempat dimana ada berdiri sebuah kuil tua yang sudah rusak.

Tok-kay ajak Ho Tiong Jong masuk.

ia telah menyalakan lilin.

Keadaan disitu ada bersih, mereka berdua kemudian pada duduk diatas tikar dan bercakap-cakap.

Tiba-tiba Ho Tiong Jong timbulkan keinginan untuk belajar katanya^ ln, locianpwe sudilah kiranya kau memberi beberapa pelajaran ilmu silat padaku" Aku meski pandai dari kecil sudah belajar lweekang, tapi hanya dapat menggunakan dua belas jurus saja ilmu golok setelah habis ini aku tidak punya kemampuan lagi untuk menandingi lawanHmm aku sudah lihat caramu menyerang musuh tadi, memotong Tok-kay.

Memang gerakanmu masih terbatas sekali.

Meskipun Iweekangmu baik, tapi belum dapat diandalkan untuk bertempur.

Pada waktu kau menyerang dengan golokmu, aku lihat gerakan itu ada pelajaran dari Thian-san-pay yang amat lihat yang dinamai Jancong can-soat (burung belibis menerjang salju).

Aku tidak menduga kalau kau mendapatkan pelajaran tanpa guru.

Belajar tanpa guru tidak mungkin kita mendapat kepandaian, yang mahir, kau tahu" Ho Tiong Jong anggukkan kepalanya.

Aku bersedia untuk menurunkan kepandaianku padamu, jikalau kau menghendakinya, tapi.

Si pengemis beracun merandak disitu, matanya mengawasi pada si pemuda.

Ho Tiong Jong yang haus dengan pelajaran ilmu silat menjadi tidak sabaran.

Tapi kenapa" tanyanya.

Tapi ada syaratnya.

si pengemis telengas kata sambil tertawa nyengir.

Ho Tiong Jong kerutkan alisnya, entah syarat apa yang diminta oleh pengemis jahat tapi lihay ini" Locianpwee coba kau jelaskan syaratnya bagaimana" ia menanya.

Syaratnya, ialah dalam tempo sepuluh tahun kau harus menurut segala perintahku, meskipun aku menyuruh kau membunuh orang atawa membakar rumah kau harus menuruti perintahku.

Bagaimana, kau sanggup" Ho Tiong Jong dibikin melongo oleh perkataan Tok kay yang seram.

Tapi Locianpwee.

Ho Tiong Jong berkata gugup dan tidak lampias.

Ha ha ha., ,

Tok-kay tertawa.

Boleh kau tahu hatiku amat ketarik olehmu.

Entah apa sebabnya, aku sendiri tidak tahu dan merasa sangat heran.

Tentang riwayat hidupku selainnya kau ada seorang lagi yang mengetahuinya, yalah salah satu dari lima tokoh yang namanya menonjol dalam rimba persilatan pada dewasa ini.

Ha ha ha Ho Tiong Jong diam-diam merasa heran, bagaimana orang yang begini kejam bisa mempunyai hati meny intai kepada sesamanya misalnya kepada dirinya seperti yang dikatakan tadi oleh si pengemis tua" Locianpwee, orang itu siapa namanya" tanya Ho Tiong Jong, yang ingin mengetahui siapa orangnya yang telah mengetahui riwayat hidupnya si pengemis tua.

orang itu adalah pemilik rumah es di Taypek san Kok Lo-lo (nenek Kok).

Ho Tiong Jong terkejut.

Ia tahu bahwa nenek pemilik rumah es di Tay pek-san itu ada gurunya nona Seng yang kepandaiannya sukar diukur.

Ia menatap wajahnya Tok-kay, yang saat itu tampak seperti yang penasaran sekali.

Ia hendak membuka mulutnya menanya, tapi Tok-kay sudah menyambung lagi bicaranya, setelah ia menghela napas.

Kau tahu, Kok Lo-lo pada tiga puluh tahun yang lampau merupakan satu gadis yang cantik jelita sukar dicari keduanya.

Post a Comment