"Go siau-po, apakah kau menganggap kepandaian anak-anak ini biasa-biasa saja?" "Mungkin lumayan juga," sahut Go Pay tersenyum, agak sinis tampaknya .
Raja pun ikut tertawa .
"Jikalau dibandingkan dengan Go siau-po, mereka pasti tidak ada apa-apanya," katanya sambil menggeser tubuhnya sedikit dan menjatuhkan cawannya sambil berseru, "Sekarang!" "Sri Baginda?" seru Go Pay terkejut Tapi hanya sepatah sempat dia bersuara, karena di lain waktu dia sudah diterjang oleh kedua belas thay-kam cilik itu .
Ada yang menyerempet bahunya, ada yang mencekal kaki dan tangannya malah ada pula yang menghajar dengan tinjunya .
Raja tertawa terbahak-bahak kemudian berkata dengan lantang .
"Go siau-po, awas!" Go Pay terkejut, tapi dia masih belum sadar .
Dia masih mengira Sri Baginda hanya menyuruh para thay-kam itu mengujinya .
Atau dia yang menguji para thay-kam itu .
Tenaganya kuat sekali, begitu dia mengerahkannya, empat orang thay-kam langsung terpental mundur Dia tidak mengerahkan seluruh tenaganya karena khawatir ada yang terluka, Dia menendang dan kembali dua orang thay-kam terpelanting jatuh .
Para thay-kam terus mengingat ucapan Raja, Kalau mereka kalah, mereka akan dihukum penggal, tapi kalau menang akan mendapatkan hadiah besar Karena itu mereka menjadi nekat, Yang jatuh segera merangkak bangun dan menerjang kembali Apalagi yang memeluk pinggang serta mencekal betisnya, mereka benar-benar sudah nekat .
Siau Po tahu tugasnya, ketika orang-orang itu sedang bergumul, diam-diam dia menghampiri dari belakang, Tujuannya untuk menotok jalan darah I-Sia hiat, Kalau orang biasa yang terkena totokan di jalan darah itu, pasti akan roboh seketika atau setidaknya pingsan .
Tetapi menteri yang satu ini memang luar biasa, dia hanya merasa tubuhnya kesemutan dan diam-diam dia berpikir dalam hati .
"Siapa tokoh lihay yang paham ilmu menotok ini?" Menteri itu langsung mengibaskan lengan kirinya sehingga tiga orang thay-kam roboh terpelanting, Dia bermaksud membalikkan tubuh untuk melihat siapa orang yang menyerangnya .
Tetapi tiba-tiba dia merasa dadanya nyeri karena Siau Po sudah menyerangnya kembali sekarang dia terkejut sekali begitu mengetahui bahwa yang menyerangnya bukan lain thay-kam cilik yang selalu menyertai kaisar, Dia juga merasa heran dan aneh, walaupun demikian, dia masih tidak dapat mempercayai bahwa raja memang sengaja menitahkan para thay-kam itu untuk membekuknya .
Dengan satu luncuran tangan kiri, Go Pay menyerang Siau Po .
Maksudnya ingin menekan bahu si bocah tetapi Siau Po berkelit ke kiri sembari membalas sebuah serangan .
Bahkan Siau Po menggunakan kedua tangannya, tangan kirinya meninju sedangkan tangan kanan mengirimkan totokan .
Siau Po menggunakan tipu jurus "Kiak Hou Kong Kong (Setelah sadar ternyata kosong) Tangan kirinya tidak menyerang terus, hanya gertakan belaka .
Go Pay berkelit, tahu-tahu dia mendupak lawannya dengan mencelat ke atas .
Go Pay terkejut setengah mati .
Namun tiba-tiba Siau Po menjerit keras-keras, karena kakinya seperti membentur dinding yang kokoh,sekarang Go Pay bukan hanya terkejut saja, dia juga gusar sekali Sudah berkali-kali orang menyerangnya di bagian yang berbahaya, sedangkan para thay-kam mengerubutinya seperti semut merubung gula .
Dia juga tidak dapat menerka apa maksud Raja yang sebenarnya, Timbul niatnya untuk menghalau kawanan thay-kam itu, tapi masih saja tangan dan kakinya dicekal Dua terlepas yang lain segera menerjang lagi .
Raja menonton sambil bersorak-sorak dan menepuk tangan dengan keras .
"Go siau-po, aku khawatir kau akan kalah!" katanya sambil tertawa terbahak-bahak .
Go Pay justru bermaksud menghajar kepala Siau Po ketika dia mendengar kata-kata raja, Hilanglah kecurigaannya .
"Ah, kiranya raja sedang bercanda denganku, Dasar adatnya masih kekanakkanakan, Mana boleh aku mempunyai pikiran yang sama!" Maksudnya ia tidak boleh melayani anak-anak itu dengan sungguh-sungguh .
Kembali menteri itu meluncurkan tangan kirinya .
Kali ini Siau Po terhajar bahu kanannya, Dia terhajar dengan tenaga sebanyak tiga bagian, tapi sudah terhitung hebat sebab tubuh orang itu besar sekali Tubuhnya terhuyung-huyung seketika .
Tapi dia memang lihay, karena terhuyung ke samping, maka dari tempat itu kembali dia melakukan penyerangan .
Bukan main kagetnya Go Pay, hatinya juga jadi mendongkol Dia membentak keras kemudian meluncurkan kedua tangannya untuk mencekik batang leher Siau Po .
Dalam keadaan kritis, Kong Hi tidak dapat berdiam diri lagi .
Kalau tidak usahanya pasti mengalami kegagalan pisau belatinya sudah siap di tangan .
Begitu terjun ke arena, dia langsung mengincar punggung lawannya .
Go Pay terkejut setengah mati melihat keadaan ini .
sekarang dia sadar bahwa raja memang menghendaki nyawanya .
Ditinggalkannya Siau Po dan berbalik untuk menyerang kaisar Kong Hi .
Dengan gesit bocah yang menjadi raja itu dapat menghindarkan diri, Go Pay jadi gusar Diangkatnya dua orang thay-kam terdekat, kepala keduanya diadu dengan keras sehingga otaknya berceceran Kemudian dia menghajar seorang thay-kam lainnya dengan tangan kiri dan menendang empat orang thay-kam lagi yang merangkul betisnya .
Para thay-kam itu terpental ke belakang sehingga membentur tembok, Tulang mereka berpatahan dan roboh di atas tanah tanpa berkutik lagi, mereka sudah mati karena hajaran yang keras itu .
Delapan thay-kam dalam sekejap mata sudah dibuat tidak berdaya dan empat lainnya sampai termangu-mangu, Kong Hi dan Siau Po terus menyerang dengan belati di tangan masing-masing, Go Pay semakin gusar .
Dia membentak keras, kemudian menghajar dengan kalap, Beberapa kali hampir saja serangannya mengenai tubuh kedua bocah yang mengeroyoknya, semakin lama mereka semakin kewalahan .
Go Pay mendongkol sekali melihat serangannya gagal, dengan tendangan berantai dia menyerang tubuh rajanya .
Namun justru tepat pada saat itu, terlihat asap mengepul dan debu beterbangan percuma saja Go Pay bermaksud mengibas dengan kedua tangannya, sebab abu kayu cendana yang halus sudah masuk ke dalam matanya .
Rupanya Siau Po kembali menggunakan cara yang licik itu untuk menghadapi lawannya .
Tanpa menunda waktu lagi, dia mengangkat hiolo tempat kayu cendana untuk mengharumkan ruangan Diangkatnya hiolo itu ke atas kemudian dihajarnya ke kepala si menteri laknat .
Hiolo jatuh di atas tanah dan pecah berantakan, tetapi Go Pay tidak apa-apa .
Sesaat kemudian tampak tubuhnya terhuyung-huyung kemudian jatuh terkulai di atas tanah .
Rupanya kepalanya hanya pusing dihajar terlalu keras oleh Siau Po dan lantas jatuh semaput .
Cepat Siau Po dan kaisar Kong Hi mengambil tali untuk mengikat tubuh orang itu kuat-kuat .
"Siau Kui cu, kau hebat sekali!" puji kaisar .
Tidak lama kemudian Go Pay sudah sadar kembali Dia terkejut menyaksikan dirinya telah terikat ketat .
"Aku adalah menteri setia! Aku tidak berdosa! Mengapa aku dicelakai sedemikian rupa" Aku tidak puas!" "Jangan cerewet." bentak Siau Po .
"Kau justru brengsek dan bermaksud berkhianat .
Rupanya sudah lama kau merencanakan maksud jahatmu ini .
Hayo kalau tidak, mengapa kau masuk ke dalam Gi Si Pong dengan membawa senjata tajam" Kau berdosa sekali sehingga patut mendapat hukuman mati selaksa kali!" "Aku tidak membawa golok ataupun senjata tajam apa-apa!" bantah Go Pay .
"Sudah terang kau membawa senjata tajam!" bentak Siau Po tidak kalah bengisnya .
"Lihatlah, di punggungmu ada sebatang pisau belati, Demikian pula di tanganmu .
Masih mau menyangkal?" Padahal itulah pisau belati yang diserahkan Kong Hi kepadanya, Go Pay penasaran sekali, Dia berteriak-teriak menyangkalnya .
Raja mengawasi sisa thay-kam yang masih hidup, jumlahnya hanya tinggal empat orang .
"Kalian lihat sendiri, bukan" Go Pay sudah berani kurang ajar dan berniat jahat, Dia mau membunuh aku!" Sisa para thay-kam itu memang sedang kebingungan apa sebenarnya yang telah terjadi .
Mereka juga tidak tahu apa yang harus dilakukan .
Mendengar kata-kata raja, mereka hanya bisa menganggukkan kepalanya berulang kali .
"Ya.. .
ya...." "Sekarang kalian keluar..." kata Raja kepada keempat thay-kam itu .
"Lekas kalian panggil orang Kong Cin-ong, Kiat Si dan Ngo Tu berdua datang kemari!" Raja mengawasi mereka dengan tajam .
"Apa yang terjadi di sini, aku larang kau bicarakan dengan siapa pun juga, Kalau peristiwa ini sampai tersiar, hati-hati dengan batok kepala kalian!" Keempat thay-kam itu segera mengiakan Setelah memberi hormat, bergegas mereka keluar dari kamar tulis raja .
"Penasaran! Penasaran!" teriak Go Pay seperti orang kalap, "Sri Baginda sendiri ingin membinasakan aku, padahal aku adalah menteri yang setia, Kalau mendiang Sri Baginda mengetahui hal ini, pasti arwah nya tidak akan tenang." Wajah Kong Hi menjadi merah padam, Dia memandang kepada Siau Po sambil berbisik .
"Kita harus mencari jalan agar dia tidak mengoceh terus." "Ya!" sahut Siu Kui cu palsu, Dia segera menghampiri Go Pay dan memencet hidungnya, Dengan demikian mulut menteri itu jadi terbuka .
Kemudian dia memberi isyarat kepada Siau Hian cu .
Tentu saja Raja yang cerdik itu mengerti Dia segera mengambil pisau belati dari tangan Go Pay dan digunakan untuk memotong lidahnya, Go Pay meronta-ronta kemudian terdiam karena saking sakitnya, dia pun lantas semaput .
Siau Po menancapkan kedua bilah belati itu di atas meja, Kong Hi senang sekali melihat tindakan sahabatnya itu .
Kalau tidak ada bantuan Siau Po yang cerdik, tentu tadi dia sudah mati di tangan Go Pay .
Tidak lama kemudian keempat thay-kam tadi sudah balik lagi dengan Kong Cin-ong, Kiat Si dan So Ngo Ta .
Mereka melihat mayat-mayat yang bergelimpangan dan keadaan Go Pay yang mengenaskan, Keduanya sampai berdiri termangu-mangu beberapa saat .
Raja segera menjelaskan kepada mereka berdua .
"Go Pay mempunyai niat memberontak .
Dia datang kemari dengan membawa senjata tajam, dengan berani dia mencoba menyerangku untuk membunuhku .
Syukurlah roh para leluhurku masih melindungi aku sehingga niatnya itu tidak tercapai juga ada thay-kam cilik dari Siang Sian Tong ini bersama para thay-kam muda lainnya sehingga penjahat besar ini dapat dibekuk, sekarang aku serahkan pada kalian untuk mengurus hal selanjutnya." Kong Cin-ong dan So Ngo Ta memang biasanya tidak cocok dengan Go Pay .
Mereka merasa tidak puas dengan tindak-tanduk menteri itu, sekarang menghadapi kenyataan ini, tentu saja mereka menjadi senang bukan main .
Tanpa diperintahkan untuk kedua kalinya, mereka langsung menjatuhkan diri berlutut memberi hormat kepada raja .
Terdengar raja berkata pula .
"Tentang Go Pay yang menyelinap kemari untuk membunuhku, sebaiknya jangan kalian beritahukan kepada siapa pun juga, dengan demikian Hong thay hou serta Thay hong tidak akan terkejut dan ketakutan .
Lagipula hal ini bisa menjadi bahan tertawaan rakyat dan bangsa Han .
Go Pay memang jahat, meskipun tidak ada kejadian ini, sudah sejak dulu dia patut dihukum mati!" Kedua menteri itu mengangguk-anggukkan kepalanya ke atas lantai .
"Ya.. .
ya..." sahut mereka serentak .