"Brakkkkk....!"
Kepala itu menancap di lantai papan panggung, masuk sampai ke lehernya dan kedua kakinya bergerak-gerak di atas panggung! Terdengar suara ketawa di sana-sini dari mulut mereka yang suka akan tontonan yang menyeramkan, akan tetapi banyak pula yang meringis dan merasa ngeri, mengira bahwa kepala botak itu pecah atau setidaknya tentu akan robek-robek. Kang Swi mendekati, kakinya menendang.
"Bukkk!"
Tubuh itu tercabut dan terlempar ke luar panggung, jatuh berdebuk di bawah panggung dalam keadaan pingsan, dirubung banyak orang dan mereka ini terheran-heran karena kepala botak itu sama sekali tidak terluka, sungguhpun orangnya pingsan. Maka meledaklah sorak dan pujian yang dilontarkan orang kepada Kang Swi. Diam-diam Perwira Su Kiat terkejut sekali. Hari ini dia telah banyak sekali melihat orang-orang yang kepandaiannya jauh melampaui tingkatnya!
Apalagi perwira ini, bahkan Ho-nan Ciu-lo-mo Wan Lok It sendiri yang merupakan jagoan kepercayaan Gubernur Ho-nan terkejut melihat kepandaian Kang Swi. Pemuda tampan itu benar-benar hebat, entah mana lebih lihai dibandingkan dengan pemuda tinggi kurus yang telah menang sepuluh kali pertandingan tadi. Maka Ciu-lo-mo segera memberi isyarat kepada Su Kiat untuk memanggil pemuda tinggi kurus tadi, dan dia sendiri lalu duduk dan minum arak dari gucinya dengan hati penuh kegembiraan dan ketegangan hendak menyaksikan pertempuran yang tentu akan amat menarik antara kedua orang pemuda itu. Sementara itu, Gubernur Kui Cu Kam sendiri mengangguk-angguk dan memuji, dia merasa senang kalau mendapatkan seorang pengawal yang lihai dan tampan seperti Kang Swi itu.
"Orang muda tinggi kurus yang telah menang sepuluh kali tadi, kini dipersilakan naik ke panggung!"
Su Kiat berseru dengan suara lantang.
Dia harus mengulang panggilannya sampai tiga kali, barulah kelihatan pemuda tinggi kurus itu naik ke atas panggung, sikapnya seperti orang ragu-ragu sehingga mengherankan hati sernua orang. Apakah pemuda tinggi kurus itu takut melawan pemuda tampan yang telah mengalahkan si raksasa gundul itu? Kang Swi sendiri terkejut dan terheran-heran ketika dia memandang wajah pemuda itu karena ternyata bahwa pemuda itu bukan lain adalah tukang kudanya sendiri! Siauw-hong! Dia memang su-dah menduga bahwa tukang kudanya itu adalah seorang pengemis muda yang memiliki kepandaian, akan tetapi sungguh sama sekali tidak disangkanya bahwa Siauw-hong yang hanya kebetulan saja bertemu dengan Siluman Kecil, kini ikut pula memasuki sayembara dan menurut ucapan perwira itu tadi telah menang sepuluh kali!
"Harap Ji-wi enghiong suka memperkenalkan kepada Taijin dan semua tamu yang terhormat!"
Terdengar Perwira Su Kiat yang mendapatkan isyarat dari Ciu-lo-mo berseru dari sudut panggung. Siauw-hong dan Kang Swi segera menghadap ke arah tempat kehormatan, menjura ke arah para pembesar di situ dan terdengarlah Kang Swi berkata dengan suara lantang,
"Hamba bernama Kang Swi!"
Siauw-hong juga menjura dan berkata, suaranya lirih, tidak selantang suara pemuda royal itu,
"Hamba bernama Siauw-hong!"
Su Kiat lalu memberi isyarat dengan mengangkat tangannya.
"Karena calon-calon sudah habis, maka untuk menentukan siapa pemenangnya, harap ji-wi enghiong suka mulai dengan pertandingan ini. Silakan!"
"Kongcu...."
Siauw-hong berkata sambil memandang kepada calon lawannya dengan sinar mata penuh keraguan.
"Hemmm, kiranya engkau, Siauw-hong?"
Kang Swi berkata lirih.
"Benar, Kongcu". Kang Swi memandang kepada Siauw-hong dengan penuh perhatian dan diam-diam merasa tertarik sekali. Wajah itu kini tidak kotor seperti biasa, melainkan bersih dan pakaiannya, biar-pun sederhana dan tidak mewah, namun rapi dan tidak ada tambalannya seperti kemarin. Wajah itu tampan sekali, biarpun agak kurus. Dipandang seperti itu, Siauw-hong merasa canggung dan malu.
"Harap maafkan, Kongcu, sebenarnya.... saya telah tamat belajar maka saya berhak menanggalkan pakaian pengemis itu. Saya saya ingin mencari pengalaman, maka saya memasuki sayembara ini, tidak saya sangka akan berhadapan dengan Kongcu sebagai saingan."
Dia tersenyum, hanya sebentar saja senyumnya karena dia segera memandang dengan wajah serius kembali. Kang Swi tertawa.
"Bagus! Aku senang sekali dapat menguji kepandaianmu, Siauw-hong. Marilah!" "Silah-kan Kongcu mulai,"
Kata Siauw hong yang bersikap hormat dan merendah.
"Nah, jagalah serangan-ku!"
Kang Swi menerjang maju dengan cepat dan Siauw-hong juga sudah bergerak cepat sekali mengelak dan balas menyerang.
Gerakan pemuda pengemis ini mantap dan cepat, dari lengannya menyambar hawa pukulan yang membuktikan bahwa dia telah memiliki kekuatan sinkang yang cukup hebat. Kang Swi si pemuda tampan yang royal itu terkejut bukan main karena baru terbuka matanya bahwa tukang kudanya itu, yang dianggapn sebelumnya hanya pernah belajar silat saja, ternyata merupakan seorang ahli silat kelas tinggi! Apalagi ketika Siaw-hong mainkan ilmu silat yang penuh mengandung serangan-serangan totokan maut amat aneh dan cepat, dia sampai terdesak mundur! Akan tetapi, pemuda hartawan she Kang ini mempunyai semacam watak yang buruk, yaitu dia selalu terlalu mengandalkan kepandaiannya sendiri sehingga sedikit congkak dan memandang remeh kepandaian orang lain.
Kini, biar pun sudah jelas padanya bahwa kepandaian Siauw-hong sama sekali tidak boleh dipandang ringan, namun dia bersikap sebagai seorang yang tingkatnya lebih tinggi hendak menguji kepandaian orang yang lebih rendah tingkatnya, maka dia sengaja main mundur dan hendak "menguras"