Halo!

Naga Beracun Chapter 56

Memuat...

Dia mengeluarkan suara gerengan nyaring dan le ngan kirinya bergerak, mencengkeram dari kiri atas ke arah kepala lawan, sedangkan tangan kanannya mendorong dengan te lapak tangan ke arah perut

Serangan ini hebat sekali dan dari sambaran anginnya, tahulah Bi Lan bahwa lawan mulai bersungguh-sungguh!

Plak! Plakk!

Ia sengaja mundur sambil menangkis dengan kedua lengannya untuk mengukur te naga lawan

Bi Lan merasa tubuhnya te rguncang! Benarlah dugaannya bahwa mengadu te naga dengan lawan seperti ini amat berbahaya

Ketika tangan itu menyambar selagi ia terguncang, ia sudah melompat ke atas dan kakinya mencuat, menendang ke arah muka lawan.! Ge rakan ini amat cepat karena dilakukan ketika tubuh mencelat ke atas, seperti serangan kaki seekor burung rajawali!

Uhhhh.........!

Gondalu te rkejut dan cepat dia menarik tubuh atas ke belakang

Nyaris mukanya te rcium sepatu! Dan kini Bi Lan berjungkir balik tiga kali, turun ke atas lantai di belakang lawan

Akan tetapi Gondalu sudah membalik sambil melakukan tendangan

Kakinya yang panjang dan besar itu menyambar seperti sebuah balok yang besar, mendatangkan angin bersiut

Bi Lan kembali melompat dan mengelak sehingga te ndangan itu hanya mengenai tempat kosong

Marahlah Gondalu

Lupa dia bahwa lawannya seorang wanita yang cantik mole k

Lenyap semua keinginannya merangkul, memeluk, meraba dan mencolek

De ngan beringas dia menyerang dan te rnyata raksasa ini memiliki gerakan silat yang amat ganas, dan tenaganya memang dahsyat

Namun, tidak percuma beberapa tahun Bi Lan digemble ng ilmu ole h guru yang kemudian menjadi suaminya, yaitu mendiang Sin-tiauw (Rajawali Sakti) Liu Bhok Ki! Tubuhnya berkelebatan bagaikan seekor burung rajawali, mengelak sambil membalas dengan serangan yang cepat sekali, dari kanan kiri, dari depan dan te rutama sekali dari atas

Ia pasti membalas dengan serangan dari atas yang membuat Gondalu te rkejut dan berkali-kali dia nyaris te rkena tamparan atau te ndangan lawan

Kini Raja Muda Baducin memandang bengong

Pertandingan itu jelas memperlihatkan bahwa jagonya sama sekali tidak mampu mendesak lawan, dan pertandingan itu hebat sekali

Bagaikan sekor beruang besar melawan seekor burung rajawali! Beruang itu mencoba untuk menangkap dan menyerang dari bawah dan rajawali menyambar-nyambar dari atas

Bukan main hebatnya wanita itu dan sekarang dia mengerti mengapa tujuh orang anggota pasukan Pedang Bengkok tidak mampu mengalahkan wanita itu

Memang hebat! Juga Gondulam menonton dengan penuh perhatian

Dia melihat betapa saudara kembarnya itu tidak kalah dalam hal te naga dan memiliki daya serang yang lebih dahsyat dan ganas, akan tetapi saudaranya itu tidak berdaya karena lawan te rlampau gesit, te rlampau cepat gerakannya dengan keringanan tubuh yang mengagumkan

Sukar memang menangkap atau menyerang lawan segesit itu, dan saudaranya itu berada dalam bahaya kalau dia tidak hati-hati

Sementara itu, Pangeran Tua Li Siu Ti juga memandang bengong, akan te tapi bengong dan kagum di samping perasaan gembiranya

Berulang kali dia memandang kepada Poa Kiu sambil mengangguk-angguk senang

Memang pilihan orang kepercayaannya itu benar sekali! Wanita ini hebat! Kalau dia mempunyai pengawal keluarga seperti ini, tentu aman! Dan puterinya, anak tunggalnya, Li Ai Yin yang akhir-akhir ini rewel ingin belajar silat, dapat berguru kepada wanita yang lihai ini! Tiba-tiba dia melihat puterinya itu muncul di ambang pintu ruangan itu

Para penjaga memberi hormat, akan tetapi gadis itu tidak memperhatikan, dan ia melangkah masuk, lalu berdiri bengong memandang ke arah pertandingan yang te ngah berlangsung

Li Ai Yin adalah seorang dara berusia tujuhbelas tahun yang cantik, berkulit putih mulus dengan dandanan seorang pute ri, serba indah dan mewah pakaiannya

Rambut digelung tinggi di atas kepala, dihiasi emas permata

Juga te linga, leher, le ngan dan jari tangannya berhiaskan emas permata gemerlapan

Gadis itu memiliki mata dan mulut yang manis dan genit menantang

Kerling matanya tajam, senyumnya menantang dan ia memang memiliki daya tarik yang mempesona

Karena pertandingan sedang berlangsung dan semua orang memperhatikan pertandingan itu

Pangeran Tua Li Siu Ti juga diam saja tidak menegur puterinya yang nampak tertegun dan berdiri di dekat pintu

Pertandingan itu kini sudah mencapai puncaknya

Tigapuluh jurus telah lewat dan belum pernah satu kalipun Bi Lan terjamah jari tangan Gondalu atau ujung kakinya

Gerakan wanita muda ini te rlalu cepat bagi Gondalu dan kini Bi Lan yakin bahwa kele mahan lawannya adalah pada gerakannya yang te rlalu lamban, karena berat badan dan karena kekakuan otot-otot yang dilatih te rlalu keras itu

Gondalu memang berhasil memiliki tenaga otot sebesar gajah, akan tetapi hal ini membuat gerakannya menjadi kaku dan lamban

Ia tahu pula bahwa lawan ini memiliki kekebalan, bahkan pernah ia menotok dengan jari tangan dan mengenai le her dan pundak, akan tetapi raksasa itu tidak banyak terpengaruh, hanya te rgetar sedikit akan tetapi tidak roboh! Sukar agaknya merobohkan raksasa ini kalau tidak menggunakan akal, pikirnya

Dari gurunya ia telah mendapat banyak petunjuk bagaimana menghadapi lawan yang tangguh, kebal dan sukar dilukai

Bi Lan mempercepat gerakannya dalam ilmu silat Hui-tiauw-sin kun (Silat Sakti Rajawali Terbang) sehingga Gondalu terpaksa harus ikut berputar karena lawannya seperti terbang berputaran

Gondalu menjadi pening juga karena gerakan lawan terlampau cepat

Tiba-tiba dia melihat bayangan lawan meloncat ke atas dan ketika wanita itu menukik turun, kedua tangannya menyambar ke arah ubun-ubun kepala dan matanya

Huhh.......!!

Gondalu menggereng dan kedua le ngannya diputar di depan kepala dan muka untuk melindungi bagian ini

Dia memang kebal, akan te tapi matanya jelas tidak kebal, dan ubunubun kepalanya merupakan bagian yang amat berbahaya walaupun sudah dilindungi dengan kekebalan

Jangankan te rluka, baru te rgetar keras atau terguncang saja sudah berbahaya

Akan te tapi, secepat kilat Bi Lan mengurungkan serangannya dan tubuhnya meluncur ke bawah, memutar dan dari belakang, kedua kakinya menghantam ke arah kedua kaki lawan, te pat di belakang lutut!

Bressss.........!!

Betapapun kuat dan kebalnya tubuh Gondalu, akan tetapi dihantam dengan te ndangan mengandung sin-kang dan tepat mengenai belakang lutut, te ntu saja dia tidak mampu bertahan untuk berdiri lagi

Kedua lututnya tertekuk dan diapun sudah jongkok dan berte kuk lutut

Biarpun dia tidak roboh, akan tetapi sudah jatuh berlutut seperti itu sungguh merupakan bukti bahwa dia te lah kalah! Kalau lawan menghendaki, ketika dia jatuh berlutut itu, te ntu lawan dapat menghabis inya dengan serangan maut ke arah kepalanya

Bi Lan cepat memberi hormat kepada Pangeran Tua Li Siu Ti dan pangeran itu tersenyum gembira bukan main

Tiba-tiba te rdengar te puk tangan yang nyaring

Semua orang menengok ke pintu dan melihat betapa yang bertepuk tangan adalah puteri sang pangeran, semua orang, te rmasuk para perajurit yang berjaga, ikut pula bertepuk tangan

Tepuk tangan Ai Yin dan ayahnya yang paling keras dan kedua orang inilah yang membuat semua orang berani ikut-ikut berte puk tangan, kecuali tentu saja Raja Muda Baducin dan dua orang pengawal pribadinya itu

Gondalu merasa penasaran sekali dan beberapa kali dia memprotes, mengatakan dalam bahasanya sendiri kepada Raja Muda Baducin bahwa dia belum kalah karena belum roboh

Akan tetapi agaknya Baducin tahu diri

Dia tadi melihat betapa jagoannya memang tidak mampu berbuat banyak

Wanita muda itu te rlalu cepat gerakannya sehingga jagoannya belum pernah berhasil menampar atau memukul lawan satu kalipun, sedangkan wanita itu sudah beberapa kali memukul dan menendang dengan te pat, walaupun tidak dapat merobohkan Gondalu yang kebal

Maka diapun membentak Gondalu disuruh mundur

Gondalu, dengan muka merah, lalu berdiri di belakang raja muda itu

Ayah, siapakah enci yang amat lihai ini

Ia hebat sekali!

Ai Yin menghampiri ayahnya

Ketika melihat Siauw Can memondong anak perempuan kecil dan Bi Lan yang dikagumi itu menghampiri pemuda itu dan kini menggantikan memondong Lan Lan, Ai Yin mengerutkan alisnya sambil memandang kepada Siauw Can dengan penuh perhatian

Dan dia ini siapa, ayah

Apakah suami dari enci ini dan anak itu puteri mereka ?

Ha-ha ha, wanita ini adalah pengawal keluarga kita yang baru, Ai Yin

Sudahlah, nanti saja kita bicara dan berkenalan dengan mereka

Sekarang masih ada sebuah pertandingan lagi

Duduklah di sini, kita nonton pertandingan yang te ntu akan le bih menarik lagi,

kata sang pangeran

Ai Yin menghampiri ayahnya dan Siauw Can yang diam-diam memperhatikan, menelan ludah

Tak disangkanya bahwa Pangeran Li Siu Ti mempunyai seorang pute ri yang demikian cantik jelitanya, dan ketika melangkah, dia menelan ludah

Langkah dara itu mengandung le nggang yang menggairahkan dan memikat dan sebagai seorang laki-laki yang berpengalaman, tahulah dia bahwa dara itu memiliki watak yang menantang dan genit

Langkah itu buatan, dan memang hebat, le mah gemulai dan menonjolkan lekuk-lengkung tubuhnya, dengan pinggul yang menari-nari di balik bayangan pakaiannya! Dan dengan sikap amat manja Ai Yin duduk di samping ayahnya, te rsenyum-senyum anggun dan bangga karena ia yakin bahwa penampilannya, gaya dan le nggang tadi tentu akan membuat semua pria yang memandangnya menjadi mabok kepayang! Apalagi pemuda yang tampan gagah itu! Siauw Can kini maju dan memberi hormat kepada sang pangeran, otomatis juga kepada Ai Yin karena dara ini duduk di samping ayahnya

De ngan memasang senyumnya yang paling menarik, dengan sepasang mata yang bersinarsinar dengan sikap yang dibuat paling gagah, dia memberi hormat dan berkata,

Kalau paduka mengijinkan, saya akan menghadapi tantangan jagoan raksasa ke dua dari Raja Muda Baducin.

Perlihatkan kemampuanmu kalau kau ingin kami beri kedudukan yang tinggi,

kata sang pangeran

Siauw Can mengangguk dan ketika dengan sikap gagah dia membalik untuk menghampiri lawan, Ai Yin berseru,

Heiiii! Ambilkan perhias an di sorban lawanmu itu untukku!

Post a Comment