Halo!

Kisah si Bangau Putih Chapter 60

Memuat...

Katanya sambil menggebrak meja.

"Dia mengajak sekongkol datuk-datuk sesat. Bayangkan saja, iblis-iblis macam Sin-kiam Mo-li, para tosu Pek-lian-kauw dan Pat-wa-kauw, menjadi sekutunya!"

"Ahhh....!"

Ciok Heng terkejut bukan main mendengar ini.

"Bukan mereka saja,"

Sambung ayahnya.

"Masih banyak lagi orang-orang dari golongan hitam menjadi sekutunya, dan para tamu yang tidak setuju akan persekutuan itu pasti dimusuhi. Aku terang-terangan menyatakan tidak setuju dan aku dihina di depan umum oleh putera Siangkoan Lohan yang amat lihai. Bahkan ketika aku pulang, aku dihadang oleh Sin-kiam Mo-li dan Toat-beng Kiam-ong. Nyaris aku tewas. Kalau tidak muncul seorang pemuda sakti yang tidak mau mengaku namanya, tentu aku tidak dapat pulang dan sudah mati konyol di sana."

Selanjutnya dia menceritakan apa yang telah terjadi kepada, puteranya, juga kepada para pembantunya yang setia.

"Brakkk!"

Ciok Heng menggebrak meja dan mukanya menjadi marah sekali.

"Tiat-liong-pang menyeleweng, kita tidak boleh mendiamkannya saja. Ayah, biarkan aku menggerakkan teman-teman untuk menyerbu dan menghancurkan Tiat-liong-pang!"

Ayahnya mengangkat tangan ke atas.

"Ciok Heng, jangan bersikap bodoh seperti anak kecil yang hanya menurunkan dorongan hati marah. Tiat-liong-pang itu kuat sekali, Siangkoan Lohan amat sakti, puteranya agaknya tidak kalah hebatnya oleh ayahnya dan di sana berkumpul datuk-datuk sesat yang berilmu tinggi. Belum lagi diingat betapa anak buah mereka mungkin lebih banyak daripada jumlah teman-teman kita. Kalau engkau dan teman-teman menyerbu ke sana, akan sama artinya dengan segerombolan nyamuk menyerbu api. Memang kita harus menentangnya, akan tetapi dengan cara halus, bukan menggunakan kekerasan dan untuk itu kita harus berunding dan mengadakan kontrak dengan para pendekar."

Ciok Heng mengangguk-angguk membenarkan ayahnya.

"Kalau begitu, aku dan kawan-kawan akan menyebarkan berita itu kepada para pendekar, Ayah dan mengajak mereka untuk turun tangan karena persekutuan itu akan berbahaya sekali kalau didiamkan saja."

Ciok Kim Bouw menyetujui.

"Baiklah, kalau mungkin, undang para orang gagah untuk mengadakan perundingan di sini."

Ciok Heng segera mempersiapkan teman-temannya dan mereka pun lalu tersebar, memberitahukan kepada para pendekar yang mereka anggap patut mengetahui perubahan di dunia kaum sesat yang sedang mengadakan persekutuan dengan pimpinan Tiat-liong-pang yang agaknya kini hendak melakukan penyelewengan itu. Memang tidak diadakan perjanjian dan ketentuan harinya untuk mengadakan perundingan, namun di antara para pendekar yang menaruh perhatian akan berita ini, berjanji akan berkunjung untuk bercakap-cakap bahkan ada pula yang mengatakan hendak langsung pergi menyelidiki urusan itu di Tiat-liong-pang. Sementata itu,

Dengan penuh semangat Ciok Kim Bouw dan puteranya mulai melatih anak buah mereka dengan tekun agar mereka memperoleh kemajuan sehingga sewaktu-waktu tenaga mereka dibutuhkan untuk menghadapi musuh, mereka sudah berada dalam keadaan yang kuat. Barisan golok dibentuk dan setiap hari mereka berlatih, juga golok mereka semua selalu tajam terasah. Dua bulan lewat dengan cepatnya sementara itu berita tentang persekutuan Tiat-liong-pang yang disebarkan oleh orang-orang Cin-sa-pang itu sudah terdengar sampai ke beberapa propinsi. Berita itu disambut oleh para orang gagah di dunia persilatan dengan sikap yang bermacam-macam. Ada pula yang menanggapinya dengan senang karena bukankah sudah sepatutnya kalau orang gagah mengumpulkan kekuatan untuk menentang pemerintah penjajah Mancu?

Post a Comment