Halo!

Kisah Sepasang Naga Chapter 50

Memuat...

Pekerjaan ini tiada sangkut-pautnya dengan kau dan sangat berbahaya, maka janganlah kau membahayakan keselamatanmu untuk urusanku.

Biarlah aku pergi sendiri malam nanti." Gak Bin tong membalas pandangan nona itu dan tersenyum menjawab,"Lihiap harap jangan sungkan, lihiap telah tahu betul akan perasaanku terhadapmu.

Maaf lihiap, aku tidak berani mengulangulangi hal itu karena kau tidak suka mendengarnya.

Tentu kau tidak percaya kepadaku, maka biarlah kesempatan ini kugunakan untuk membuktikan betapa murninya perasaanku itu.

Biarlah kalau perlu aku mengorbankan jiwa dalam membelamu." Giok Ciu merasa terharu mendengar ucapan ini, tapi ia tidak berkata apa-apa karena kembali bayangan Sin Wan terbayang di depanmatanya dan membuatnya merasa sangat sedih.

Melihat keadaan gadis itu, Gak Bin Tong lalu meninggalkan gadis itu untuk mengadakan persiapan guna penyelidikan mereka malam nanti.

Malam hari itu udara gelap sekali.

Udara hanya diterangi oleh sinar ribuan bintang yang berkelap-kelip.

Di dalam kegelapan malam itu, tampak dua bayangan hitam berkelebat di atas genteng-genteng rumah yang tinggi.

Mereka ini adalah Giok Ciu dan Gak Bin Tong.

Seperti biasa Giok Ciu mengenakan pakaiannya yang serba hitam dan Ouw Liong Pokiam tergantung di pinggangnya.

Rambutnya yang hitam dan bagus itu diikat ke atas degan pengikat kepala dari sutera merah.

Gak Bin Tong mengenakan pakaian serba biru dan tampaknya gagah sekali.

Mereka menggunakan ilmu lari cepat dan berloncatloncatan di atas wuwungan rumah.

Akhirnya tibalah mereka di atas sebuah gedung yang tinggi besar.

"Lihiap, inialh gedungnya.

Lebih baik kita berpencar, aku masuk dari kiri dan kau dari kanan." Giok Ciu mengangguk.

Mereka lalu berpencar dan Giok Ciu dengan gesit sekali loncat ke atas wuwungan bangunan sebelah kanan.

Ia melihat betapa di bawah masih terang sekali, tanda bahwa penghuni gedung itu belum tidur.

Hatinya berdebar keras karena ia ingin sekali lekas-leks bertemu dengan musuh besarnya dan membuat perhitungan.

Ketika ia sedang mengintai ke dalam, telinganya yang tajam mendengar sesuatu di atas genteng sebelah belakangnya.

Cepatcepat ia menengok dan melihat bayangan yang berkelebat cepat sekali tapi terus lenyap! Ia kaget sekali karena orang itu memiliki kepandaian tinggi dan gerakan yang cepat sekali.Pada saat ia menduga-duga, tiba-tiba di bawah genteng terdengar sara orang berjalan dan ia cepat mengintai dari celah-celah genteng.

Hatinya berdebar keras ketika melihat bahaw yang berjalan dengan pedang berkilauan di tangan itu adalah Sin Wan! Ia merasa marah sekali karena hatinya takkan rela kalau pemuda itu mendahuluinya dan membinasakan musuh besar ayahnya.

Maka tanpa banyak pikir lagi Giok Ciu lalu melayang turun untuk menegur dan mengusir Sin Wan.

Tapi pada saat itu dari dalam gedung keluarlah seorang tinggi besar yang langsung menyerang Sin Wan dengan sebatang tongkat ular! Ternyata yang datang ini adalah Kwi Kai Hoatsu! "Tosu siluman, sekarang takkan kulepaskan lagi kau!" kata Sin Wan dengan marah dan menangkis dengan Pek Liong Pokiam.

Pada saat itu Giok Ciu telah turun dan tanpa banyak cakap lagi ia kerjakan Ouw Liong Pokiam untuk menyerang Kwi Kai Hoatsu, hingga tosu itu terkejut sekali.

Menghadapi Sin Wan seorang saja ia tidak mampu menang, sekarang ditambah kehadiran gadis lihai ini.

Ia mundur dengan jerih.

Sin Wan juga terkejut melihat Giok Ciu.

Hampir saja ia berseru memanggil, tapi melihat betapa muka gadis itu tampak marah dan sama sekali tidak memperdulikan padanya, ia juga diam saja, tapi mengerahkan seluruh kepandaiannya untuk menamatkan pertempuran ini.

Pada saat Kwi Kai Hoatsu terdesak dan berada dalam keadaan berbahaya sekali, dari dalam terdengar orang berseru keras dan tahu-tahu Cin Cin Hoatsu telah melayang dan dengan bentakan nyaring ia menggunakan ujung lengan bajunya menyerang Sin Wan! Pemuda ini melihat datangnya serangan yang demikian hebat, cepat merobah gerakan pedangnya dan menangkis, Cin Cin Hoatsu dapat merasa betapa sambaran pedang pemuda itu hebat sekali, maka ia tidak berani melanjutkan serangannya karena maklum bahwa ujung bajunya tentu akan terbabat putus, maka ia meloncat ke belakang sabil berjumpalitan.

"Ha, ha, ha1 Kusangka siapakah tamu-tamu malamku, tidak tahunya kedua pemberontak muda ini! Memang telah kuduga bahwa kalian tentu akan datang juga akhirnya.

Maka menyerahlah sebelum kalian mampus di ruangan ini!" Sementara itu, melihat datangnya musuh besar ini, Giok juga meninggalkan Kwi Kai Hoatsu dan kini menuding sambil memaki dengan marah sekali, "Cin Cin, pendeta palsu! Kalau kau memang laki-laki sejati, hayolah kau layani aku seribu jurus untuk menentukan siapa yang lebih unggul! Kau telah membunuh mati ayahku, apakah sekarang kau begitu pengecut untuk menghindari puterinya yang hendak menuntut balas?" "Ha, ha, nona cantik.

Sungguh aku beruntung sekali mendapat kehormatan untuk melayanimu! Kau kira kau akan dapat menangkan aku? Pula, andaikata kau dapat menangkan aku juga, kau kira akan dapat lolos dari sini dengan aman? Ketahuilah, kini lebih dari dua puluh pahlawan istana kini telah mengepung gedung ini untuk menangkap kalian!" Giok Ciu dan Sin Wan terkejut juga mendengar ini.

Mereka telah masuk perangkap! Pada saat itu, dari atas genteng melayang turun bayangan orang dan ternyata yang turun itu adalah Gak Bin tong dengan pedang di tangan.

"Kwie Lihiap, jangan takut, aku membantumu!" katanya dengan gagah.

Cin Cin Hoatsu tertawa bergelak-gelak lalu dari punggunya ia mengeluarkan sebatang pedang dan dari ikat pinggang ia mencabut hudtimnya yang warna.

Ia lalu menyerang ke arah Giok Ciu dengan gerakan cepat dan kuat sekali.

Gadis itu tidak menjadi jerih, bahkan ketika tahu bahwa ia telah dikepung, ia hendak berlaku nekad dan mengadu jiwa.

Ia menggerakkan Ouw Liong Pokiam sedemikian rupa hingga Cin Cin Hoatsu kagum sekali.

Ternyata bahwa kepandaian gadis ini lihai sekali, bahkan kiam-hoatnya aneh dan tak mampu ia memecahkannya! Ketika ia mengadu lweekang dan menggunakan pedangnya hendak menyampok pedangnya hendak menyampok pokiam Giok Ciu, kembali ia terheran karena lweekang gadis muda itupun tidak berada di bawah tingkatannya! Tadinya ia mentertawakan suhengnya, yakni Kwi Kai Hoatsu yang memuji-muji kepadaian Sin Wan dan Giok Ciu di depan sutenya, tapi kini ia setelah merasakan sendiri kelihaian Giok Ciu, diam-diam merasa jerih dan bingung.

Sementara itu, Sin Wan gunakan pokiamnya mendesak Kwi Kai Hoatsu! Sedangkan Gak Bin Tong yang merasa bahwa kepandaiannya msih jauh di bawah tingkat mereka yang bertempur, hanya berdiri dengan pedang di tangan melihat jalannya pertempuran.

Pada saat yang sangat tidak menguntungkan itu, Cin Cin Hoatsu lalu bersuit kerasa memberi tanda kepada para pahlawan raja yang mengepung gedung itu untuk turun tangan membantu.

Tapi biarpun berkali-kali ia bersuit dan berseru memberi tanda tak satupun bayangan kawan-kawannya tampak turun! Hal ini aneh sekali dan ia merasa sangat gelisah dan terkejut.

Juga Gak Bin Tong yang sebenarnya adalah pengatur dari jebakan ini, tiba-tiba menjadi pucat dan diam-diam merasa cemas sekali.

Ia tahu bahwa kepandaian Sin Wan dan Giok Ciu hebat sekali dan kedua imam itu agaknya akan kalah.

Post a Comment